Banjir Lahar Dingin Semeru Bikin Warga Panik, Jembatan Penghubung Malang-Lumajang Putus


inNalar.com –
 Sebuah video amatiran berhasil merekam jembatan jalur Malang dan Lumajang yang roboh akibat diterjang banjir.

Diketahui, video tersebut direkam pada Jumat, 7 Juli 2023 lalu dan diunggah ke media sosial.

Pihak BPBD Kabupaten Lumajang telah mengonfirmasi kebenaran dari informasi tersebut.

Baca Juga: Sehari Menikah Langsung Hilang, Begini Kronologi Anggi yang Nekat Tinggalkan Suami Sahnya demi Mantan Pacar

Banjir terjadi karena adanya peningkatan volume air yang diakibatkan oleh hujan lebat sejak malam dan terus berlangsung hingga siang waktu setempat.

Selain merusak jembatan, banjir lahar dingin juga meluber ke jalanan dan mengakibatkan warga sekitar panik.

Beberapa daerah yang terkena dampak dari banjir ini adalah daerah aliran sungai (DAS) Kali Regoyo, Kali Glidik, dan Kali Besut Sat.

Baca Juga: John Terry Resmi Kembali ke Chelsea! Sang Legenda Siap Latih Akademi

Tekanan banjir menjadi lebih kuat akibat membawa material vulkanik di sepanjang aliran sungai, di mana menjadi jalur dari lahar Gunung Semeru.

Diinformasikan juga tercatat gempa akibat banjir tersebut sebanyak empat kali selama 5 hingga 6 jam.

Gempa tersebut berupa getaran banjir yang memiliki amplitudo kecil, yakni 28 hingga 40 mm.

Baca Juga: Segera Beroperasi, Berikut Jalur Lintas Rute LRT Jabodebek Saat Uji Coba 12-15 Juli 2023

Selain itu, tercatat juga gempa vulkanik dengan amplitudo 17 mm yang menambah kerusakan pada sejumlah jembatan.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi memperingatkan masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas di sekitar Gunung Semeru dan menetapkan status siaga level 3.

Lokasi yang dibatasi adalah 13 km dari pusat erupsi, 500 meter dari tepi sungau di sepanjang Besuk Kobokan, dan 5 km dari kawah Gunung Semeru.

Masyarakat juga dihimbau untuk waspada akan potensi awan panas guguran di sepanjang hulu puncak Gunung Semeru serta sungai-sungai kecil lainnya.

Ratusan warga mengungsi ke beberapa lokasi aman akibat khawatir terdampak banjir lahar dingin Semeru tersebut.

Berdasarkan informasi Sabtu 9 Juli kemarin, masyarakat di wilayah sekitar melakukan pembersihan sisa lumpur dari banjir bersama pemerintah dan TNI.

Pembersihan ini dilakukan baik di jembatan maupun jalan utama, maupun akses mobilitas warga yang terkena dampak.***

Rekomendasi