

inNalar.com – Apakah prediabetes bisa sembuh? dr Elizabeth Haryanti, seorang dokter spesialis penyakit dalam, mengungkapkan bahwa seringkali saat seseorang mendengar embel-embel diabetes orang akan takut dan khawatir dengan penyakit satu ini.
dr Elizabeth menjelaskan bahwa prediabetes ini bisa diposisikan sebagai tahap pencegahan. Yaitu, kondisi agar seseorang tidak masuk ke dalam kategori diabetes melitus.
Lalu, bagaimana dengan seseorang yang terlanjur masuk ke dalam kategori ini. Apakah prediabetes bisa sembuh? dr Elizabeth mengungkapkan bahwa kondisi ini bisa sembuh dalam arti gula darahnya terkontrol dengan baik.
Lebih lanjut, dr Elizabeth pun menjelaskan bahwa prediabetes bisa sembuh asalkan penderitanya tetap mengontrol kadar gula darahnya.
Selain itu, penderita prediabetes pun disarankan untuk berusaha memperhatikan faktor yang bisa memicu gula darahnya naik kembali.
Berikut ialah faktor-faktor yang bisa memicu gula darah acak meningkat menurut dr dr Elizabeth Haryanti.
1. Pola Makan
Penderita prediabetes perlu menghindari makanan yang memiliki kadar kalori yang tinggi. Selain itu, nilai indeks glikemik dalam makanannya pun tinggi.
2. Riwayat Keturunan
Jika seseorang terlanjur masuk dalam kategori awal diabetes ini, maka perlu memperhatikan apakah ada keluarga yang memiliki bakat penyakit ini.
Pasalnya, penderita prediabetes dengan memiliki riwayat ini memiliki bakat sistem metabolisme gula yang kurang baik.
3. Ulangi Hasil Pengecekannya
Ketika penderita prediabetes mendapati hasil cek gula darah acaknya tinggi. dr Elizabeth mengimbau untuk dilakukan evaluasi kembali hasil pengecekannya.
Jarak pengecekan ulang gula darah bagi pasien prediabetes bisa berjarak seminggu sejak tes gula darah terakhir dilakukan, ujar dr Elizabeth Haryanti.
Adapun menurut dr Elizabeth, penderita prediabetes perlu memperhatikan tiga hal ini saat melakukan pengecekan gula darah.
Pertama, lakukan puasa selama 10 jam terlebih dahulu sebelum dilakukan pengecekan gula darah puasa.
Kedua, penderita prediabetes perlu melakukan pengecekan tes toleransi glukosa.
Berdasarkan pemaparan dr Elizabeth Haryanti, seseorang dikatakan masuk dalam kategori prediabetes ialah apabila kadar gula dalam plasma darahnya di rentang 140 – 200 mg/dL.
Ketiga, pemeriksaan HbA1c
Pemeriksaan ini berguna untuk menilai apakah seseorang telah masuk ke dalam kategori prediabetes atau diabetes.
Adapun dalam proses tesnya, penderitanya tidak perlu melakukan puasa sebagaimana saat pengecekan gula darah puasa.
Jadi, menurut penjelasan dr Elizabeth Haryanti, prediabetes bisa disembuhkan asalkan penderitanya selalu mengontrol gula darahnya.***