

InNalar.com – Kompetisi Eropa musim 2022/23 telah berakhir. Saat ini, tim-tim pun sibuk memperbaiki atau memperkuat pasukan yang ada.
Laman transfermarkt kemudian merilis transfer terbaik yang terjadi pada musim 2022/23.
Pada musim 2022/23 kemarin, tercatat ada pemain yang dilabeli sebagai pembelian paling brilian. Selain itu ada juga deretan pemain yang dianggap sebagai pembelian gagal. Penasaran siapa saja?
Pembelian di level terburuk dihuni oleh kebanyakan pemain Chelsea. Klub asal London tersebut memang menunjukkan performa yang sangat buruk. Mereka gagal melangkah ke zona Eropa, dan cuma bertengger di tangga ke-12.
Padahal Chelsea telah menghabiskan banyak sekali dana untuk mendatangkan pemain.
Beberapa nama Chelsea yang dinobatkan sebagai transfer terburuk, atau berada pada level flop menurut transfermarkt adalah, Enzo Fernandez, Mykhailo Mudryk, sampai Kalidou Koulibaly.
Kemudian ada pemain Chelsea yang berada di level yang seharusnya bisa lebih baik. Diantaranya Raheem Sterling hingga Marc Marc Cucurella.
Seluruh pemain yang disebutkan memiliki performa yang memang tidak memuaskan. Misalnya saja Mykhailo Mudryk hingga Kalidou Koulibaly.
Mykhailo Mudryk sampai berada pada tingkat di mana para penggemar sangat meragukan kemampuannya. Dia gagal mencetak gol meski didatangkan dengan nilai lebih dari Rp. 1 triliun.
Baca Juga: Cara Makan Oatmeal Agar Diabetes Melitus Hilang dalam 7 Hari, Harus Dicampur dengan Bahan Ini!
Belum lagi Kalidou Koulibaly yang mulanya bakal diprediksi menjadi monster di lini belakang Chelsea, malah berubah menjadi pemain yang sering melakukan blunder.
Sementara itu di tangga yang lebih baik, atau level convincing, transfermarkt menaruh nama Darwin Nunez hingga Lisandro Martinez. Kemudian ada nama penggawa FC Barcelona, Raphinha.
Ketiga pemain tersebut memang tidak terlalu baik. Akan tetapi, setidaknya, ada harapan bagi mereka untuk unjuk kebolehan di musim mendatang.
Lalu di level strong ada nama Aurelien Tchouameni, Alexander Isak, Matthijs de Ligt, Raphael Varane, Robert Lewandowski, Jules Kounde, dan Gabriel Jesus. Nama-nama tersebut dianggap sudah memenuhi ekspektasi klub dan juga penggemar. Bahkan beberapa di antara mereka ada yang berhasil menggondol trofi bersama tim yang dibelanya.
Terakhir, atau yang disebut berada di level brilian adalah Erling Haaland. Erling Haaland menjadi satu-satunya pemain yang berada pada level tersebut.
Sebab performa Erling Haaland memang jauh melampaui harapan. Dia sukses menjadi mesin gol baru Manchester City di kompetisi Liga Primer Inggris, dan bahkan sukses mempersembahkan tiga trofi sekaligus untuk the Citizens.***