

inNalar.com – Menurut dr. Kamila Jaidi menggunakan skincare saat hamil boleh digunakan, tetapi terdapat beberapa kandungan yang tidak diperbolehkan menggunakannya saat sedang hamil.
dr. Kamila Jaidi menjelaskan bahwa rata-rata ibu hamil yang tidak menggunakan skincare akan muncul terjadinya flek di wajah karena faktor hormonal sangat banyak terjadi atau jerawat parah.
Breakout saat hamil menurut dr. Kamila akan mengalami bopeng ketika sudah melahirkan, menggunakan skincare ternyata sangat dianjurkan bagi ibu hamil, tapi ada beberapa kandungan skincare yang tidak boleh dipakai saat hamil.
Baca Juga: Simak 5 Cara Mencegah Diabetes Melitus, Lakukan Kebiasaan Ini Agar Kadar Gula Darah Tidak Melonjak
Kandungan-kandungan di dalam skincare boleh digunakan kecuali hidroquinon, steroid dan skincare yang tidak BPOM tidak boleh dipakai, tidak hanya skincare body lotion juga tidak boleh digunakan.
Saat hamil body lotion pemutih yang abal-abal juga tidak boleh digunakan karena mengandung bahan-bahan berbahaya untuk janin di dalam kandungan seperti hidroquinon dan steroid.
Ibu hamil juga dilarang melakukan suntik putih maupun infus whitening serta, mengkonsumsi obat-obat pemutih dan collagen tidak disarankan untuk ibu hamil.
Baca Juga: Tak Disangka! Konsumsi Makanan Pedas Ternyata Bisa Tingkatkan Imunitas Tubuh, Begini Penjelasannya
Menurut dr. Kamila Jaidi saat hamil wajib hukumnya untuk memilih skincare yang sudah BPOM, kandungan skincare turunan vitamin A yang paling tinggi juga tidak boleh digunakan saat hamil.
Kandungan vitamin A yang paling tinggi adalah Isotretinoin tidak boleh dipakai saat hamil apalagi diminum dan juga dioleskan, retinol juga tidak boleh digunakan saat hamil, biasanya isotretinoin tidak ada di kandungan skincare BPOM.
Adanya di racikan dokter karena kandungan isotretinoin membantu untuk mengatasi jerawat tetapi tidak bisa digunakan saat hamil karena bisa menyebabkan kelainan pada janin.
Baca Juga: Apa itu MPLS? Simak Manfaat dan Dampak Kegiatan MPLS Bagi Peserta Didik Baru
Jika tidak dibutuhkan terlalu penting maka anda tidak boleh menggunakan retinol, menurut dr. Kamila Jaidi penggunaan retinol bisa diganti dengan kandungan skincare lain yang aman untuk buah hati.
Skincare yang mengandung salicylic acid diatas 2% tidak boleh digunakan saat hamil, tapai menurut dr. Kamila Jaidi penggunaan salicylic acid bisa dipakai dengan batas maksimal 2%.
Penggunaan glycolic acid atau bahan exfoliasi lain lebih dari 10% sangat tidak dianjurkan untuk dipakai saat hamil, anda bisa menggunakan glycolic acid tetapi harus dibawah 10%.
Mayoritas skincare yang sudah BPOM dan dijual di toko terdekat bisa digunakan dan aman untuk ibu hamil.
Yang tidak boleh digunakan adalah skincare yang belum memiliki izin BPOM atau bisa dibilang skincare abal-abal.
Penggunaan body lotion pemutih abal-abal dan tidak memiliki izin BPOM tidak boleh dipakai karena dapat berbahaya untuk kehamilannya.