

inNalar.com – Salah satu upaya Negara Indonesia menjadi bagain dari salah satu negara maju yaitu dengan cara membangun mega proyek yang besar denagn kategori mahal, pemabngun proyek dilakukan di seluruh daerah Indonesia.
Saat ini Indonesia transisi menjadi negara maju dengan salah satu upaya yang dilakukan indonesia agar menjadi negara maju, yaitu dengan cara membangun mega proyek yang besar sehingga membutuhkan dana yang fantastis.
7 proyek mega besar dan termahal yang dibangun oleh Indonesia juga menjadi mega proyek terbesar di kawasan Asia Tenggara, berikut 7 proyek mega besar di Indonesia, yaitu;
1.MRT Jakarta (Pembangunan MRT Jakarta memerlukan biaya sebanyak Rp.39,5 Triliun)
MRT atau Mass Rapid Transit Jakarta merupakan salah satu moda transportasi cepat berbasis rel yang berada di DKI Jakarta, proses pembangunan MRT Jakarta dimulai tahun 2013 dan dioperasikan pada tanggal 24 Maret 2019, serta menjadikannya sebagai layanan modaraya terpadu pertama yang dioperasikan di Indonesia
Indonesia membangun kembali mega proyek pembangunan fase 2 MRT yang seharusnya dilakukan pada awal bulan Maret 2020 terpaksa mundur karena pandemic Covid-19, sebagai jalur konstruksi MRT Jakarta merupakan struktur layang yang membentang sekitar 10 KM dari wilayah Lebak Bulus hingga Singsingamangaraja.
2.Pelabuhan Patimban ( memerlukan biaya sebanyak Rp. 43,2 Triliun)
Untuk mendukung mobilitas barang dan masyarakat pemerintah membangun Pelatihan Patimban di Subang jawa Barat, proyek Pelabuhan Patimban akan di bagi menjadi 2 area terminal, yaitu; terminal kontainer dan terminal kendaraan, pelabuhan ini ditargetkan bisa beroperasi pada tahun 2027.
Terminal kontainer memiliki kapasitas sebesar 7,5 dan akan menampung kegiatan export dan import barang, tujuan di bangunnya Pelabuhan Patimbang digunakan untuk skala Internasional dan untuk mengurangi kepadatan di terminal Tanjung Priok,.
3. PLTU Batang ( memerlukan biaya sebanyak Rp. 56,7 Triliun)
PLTU Batang merupakan salah satu mega proyek Indonesia yang berlokasi di Jawa Tengah, proses pembangunan mega proyeK PLTU Batang dimulai saat pemerintahan SBY dan dilanjutkan oleh pemerintahan Jokowi.
PLTU Batang merupakan mega proyek Jawa-Bali, sebagai pemabangkit tenaga listrik yang berskala besar, diketahui bahwa PLTU Batang dikerjakan oleh PT Bhimasena Power Indonesia/ BPI.
4. Kereta Cepat Jakarta-Bandung (memerlukan biaya sebanyak Rp. 80 Triliun)
Selain Jakarta kota Bandung juga merupakan kota penyangga perekonomian nasional, pembangunan Kereta Cepat Jakarta Bandung dikerjakan oleh PT Kereta Cepat Indonesia-China atau KCIC, dengan adanya kereta cepat mobilitas transportasi yang awalnya memakan waktu 3 jam sekarang hanya ditempuh 45 menit saja.
Baca Juga: Tidak Sampai 24 Jam, Pendaftaran LRT Jabodebek Sudah Ditutup! Ini Penjelasannya
5. Kilang Tuban PT Pertamina ( memerlukan biaya sebanyak Rp. 225 Triliun)
Kilang Tuban PT Pertamina akan memabngun kilang minyak yang terintegrasi dengan pelabuhan di Tuban di Jawa Timur, kerjasama antara pertamina dengan perusahaan Rusia yaitu Rosneft Oil Company, untuk saat ini progres yang dilakukan pada tahun 2026.
Pengolahan kilang minyak beban mencapai 300 kbps produksi gasoline 14 juta liter perhari dan produksi diesel 16 juta perhari dan total produksi Petrokimia 4250 ktpa
6.Refinery Development Masterplan/RDMP ( memerlukan biaya sebanyak Rp. 246 Triliun)
Refinery Development Master Plan/RDMP merupakan pengganti dari killing lama, untuk membuat Indonesia menjadi swasembada BBM dan membebaskan indonesia dari Impor minyak
7.Jalan Tol Trans-Sumatera (biaya yang diperlukan mencapai Rp. 538 Triliun)
Jalan Tol Trans-Sumatera dibnagun untuk bertujuan membuka sentra-sentra ekonomi baru dan menjadi akses utama dalam menghubungkan berbagai provinsi di Pulau Sumatera.
Manfaat lain dari pembangunan JTTS adalah untuk menumbuhkan pusat industri baru di kawasan jalur JTTS serta menurunkan biaya logistik dan mampu tenaga kerja, saat ini sepanjang masa beroperasi adalah sepanjang 531 KM.