

inNalar.com – Jalan Tol Bali Mandara memiliki sensor tiltmeter yang berjumlah 22 buah, Jalan Tol Bali Mandara diatas laut dan masuk kedalam kategori jalan tol terpanajng di dunia ini awalnya tidak dibangun diatas laut.
Tetapi pembanguanan Jalan Tol Bali Mandara awalnya memiliki rencana untuk di bangun melayang diatas darat, tetapi hal tersebut tidak bisa dilakukan karea suatau alasan.
Alasan tersebut adalah dikarenakan kebudayaan dibali yang tidak mengizinkan ada sebauh bangunan yang memiliki ketinggian lebih dari bangunan pura yakni maksimal 15 meter.
Baca Juga: Indonesia Bakal Bangun 7 Mega Proyek dan Termahal Sepanjang Sejarah
Sehingga pada akhirnya pembangunan Jalan Tol Bali Mandara di bangun membentang diatas laut, proyek pembangunana Jalan Tol Bali Mandara ini dibagi atas 4 paket pengerjaan, pada awal desain tol kontraktor memiliki kendala lahan yang akan digunakan untuk membangun Bundaran.
Serta adanya bersinggungan dengan denagna adanya pura yang tidak mungkin untuk direlokasikan, sehingga untuk mengatasi hal tersebut kontraktor mengubah desain dengan sedikit bergeser agar tidak mengenai pura.
Sehingga bentuk desain Bundaran bali menjadi tidak bulat sempurna, proses pembangunana jalan tol diatas laut ini terdiri dari beberapa tahap dan seluruh pengejaannya dilakukan secara pararel.
Baca Juga: HYBE LABELS Minta Maaf Atas Tuduhan Pelecehan Seksual Terhadap Penjaga Keamanan di Acara Fan Meeting
Sehingga dikerjakan pada waktu yang bersamaan sebelum pengejaan dimulai, dilakukan dulu set instalation yaitu pekerjaan persiapan dalm pengaturan tat letak fasilitas dan sara proyek unutk membangun Jalan Tol Bali Mandara.
Pengerjaan dimulai dengan pemasnagan tiap pancang yang dilakukan pada titik-titik pancang yang telah ditentukan, masing-masing tiang panjang memiliki timggi 12 meter yang ditanam di dasar laut dan memiliki kedalaman 2-4 meter.
Saat bunga tiang pancang ini dilakukan proses pengelasan terlebih dahulu agar rata dan terintegrasi sempurna serta diberikan perlindungan yang terdiir dari tiga lapisan,yaitu; petropace, petroleatdan hdpe agar tahan terhadap korosi.
Tiang pancang yang sudah tertanam sempurna kemudian dipotong sesuai dengan elevasi yang telah ditentukan dan memiliki jumlah total sebanyak 14.00 tiang pancang untuk membangun Jalan Tol Bali Mandara.
Dari seluruh material tiang pancang untuk membangun Jalan Tol Bali Mandara berasal dari Pulau Jawa yang didistribusikan melalui jalur darat, kemudian dilakukan PDA yang bertujuan untuk mengetahui daya dukung tiang terhadpa beban dinamis aksial.
Antar tiang pancang kemudian dihubungkan denagn file cap atau sebagi lantai jalan yang dipasangkan diatas tiang pancang.
Selain menggunakn material beton seperti yang digunakan pada umumnya ditambhakan juga dengan campuran fly us atau abu batubara agar struktur beton menjadi lebih rapat sehingga air laut tidak bisa meresap ke dalam lapisan beton sehingga menhindari potensi korosi atau kerusakan karat pada struktur baja.
Konstruksi tiang penopang struktur Jalan Tol Bali Mandara ini juga dilengkapi dengan beton tambahan yang berfungsi seperti ikat pinggang.
Pemasangan infastruktur pada Jalan Tol Bali Mandara seperti rambu-rambu rangka marka jalan, lampu lalu lintas dan pengecatan pembatas jalan.
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi