

inNalar.com – Jalan Tol Terpeka (Jalan Tol Terbanggi Besar – Pematang Panggang – Kayu Agung Sumatera Selatan) atau bisa disebut Jalan Tol Terpeka yang terhubung di Jalan Tol Trans-Sumatera ini masih memegang rekor muri sebagai ruas jalan tol yang terpanjang di Indonesia.
Tol sepanjang 189 km dibangun oleh PT Hutama Persero dengan waktu pengerjaan 23 bulan atau 841 hari saja.
Jalan Tol Terpeka yang menghubungkan Provinsi Lampung dan Palembang menggunakan biaya pembangunan sebesar Rp. 21, 95 Triliun.
Baca Juga: Media Vietnam Sebut Timnas Indonesia Tim Lemah di Ajang Piala Asia 2023, Begini Respon Shin Tae-yong
Jalan Tol Terpeka memiliki peran penting dalam mempersingkat waktu perjalanan teruma dari Lampung menuju ke Palembang yang awalnya menghabiskan waktu mencapai 10-12 jam perjalanan.
Kini kini hanya 5 jam saja untuk menempuh perjalanan dari Lampung menuju Palemnbang menggunakan Jalan Tol Terpeka, jadi tidak perlu memakan waktu yang cukup lama di perjalanan yang membuat capek.
Jalan Tol Terpeka juga memiliki peran penting dalam meningkatkan konektivitas antara Provinsi Lampung dengan Provinsi Sumatera Selatan.
Baca Juga: Seminyak Village Jadi Mall Terbesar se Bali, Kawasan Mewah Diapit Banyak Villa dan Hotel Pribadi!
Serta membantu mendukung perekonomian masyarakat dan mengurangi biaya logistik serta menciptakan pusat-pusat perekonomian yang baru di Pulau Sumatera.
Namuan Jalan Tol Terpeka pernah ditemukan titik jalan yang retak dan berlubang sehingga dapat membahayakan pengendara yang melintasi Jalan Tol Terpeka.
Kerusakan pada Jalan Tol Terpeka terjadi karena terdapat perbedaan ketinggian jembatan dengan jalan tol serta penurunan median konkrit barrier.
Baca Juga: Bandung dan Palembang Tersingkirkan! Berikut Daftar Kota Termaju di Indonesia Tahun 2023
Selain itu penyebab lain dari adanya keretakan dan jalan yang berlubang di Jalan Tol Terpeka dipicu oleh faktor akibat banyaknya truk yang melintas dengan kapasitas berlebih/ Over Dimension Load ketika melintasi Jalan Tol Terpeka.
Oleh karena itulah pemerintah menginstruksikan pengelola Jalan Tol Terpeka untuk segera memperbaiki ruas jalan tol yang rusak dan berlubang pada tahun 2022.
Pemerintah juga menetapkan bahwa truk yang memiliki kelebihan berat/Over Dimension Load mulai dari tanggal 1 Januari 2023 dilarang untuk memasuki Jalan Tol Terpeka.
Jalan Tol Terpeka terbagi menjadi 2 seksi, yaitu; seksi l ruas Terbanggi Besar – Pematang Panggang 112 km.
Seksi ll ruas Pematang Panggang Kayu Agung Sumatera Selatan memiliki panjang 77 km, PT. Hutama Karya hanya membutuhkan waktu 2,5 tahun saja untuk menyelesaikan pembangunan Jalan Tol Terpeka dan telah diresmikan pada tahun 2019.
Jalan Jalan Tol Terpeka membentang dari Terbanggi Besar Di Lampung Tengah sampai Kayu Agung, Ogan Komering Ilir di Sumatera Selatan, kemudian menyambung hingga Bakauheni melalui ruas Bakauheni-Terbanggi Besar.