

inNalar.com – PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) berencana membangun pusat perbelanjaan di Ibu Kota Nusantara (IKN), ibu kota baru Indonesia.
Menurut Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo), akan ada 3 mal yang dibangun di kawasan IKN dengan investor yang berasal dari dalam serta luar negeri.
Selain pusat perbelanjaan, PWON juga akan membangun apartemen dan hotel yang terintegrasi dengan mal tersebut. Dikatakan, IKN menjadi peluang untuk investasi jangka panjang.
Pihak PWON merasa memiliki tanggung jawab untuk memulai pembangunan di IKN, mengetahui perusahaan tersebut menjadi salah satu perusahaan properti terbesar di Indonesia.
Sedangkan, Boyke P. Soebroto, Direktur Utama PT Bina Karya (Persero), menyambut baik investasi PWON di IKN.
Hal ini disebabkan PWON dikenal sebagai pengembang mal yang memiliki reputasi tinggi di Indonesia, di mana mereka berpusat di Jakarta dan Surabaya.
Baca Juga: Serasa Berada di Surga, Begini Pesona Air Terjun Tumpak Sewu di Lereng Gunung Semeru
Diharapkan dengan adanya Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2023 tentang Pemberian Perizinan Berusaha, Kemudahan Berusaha, dan Fasilitas Penanaman Modal di Ibu Kota Nusantara, dapat membuat pengusaha tertarik berinvestasi di IKN.
PWON sendiri memiliki mall yang dinobatkan sebagai mall terbesar di Indonesia, yaitu Pakuwon Mall di Surabaya.
Mal super megah ini berdekatan dengan dua apartemen dan menyatu bersama Pakuwon Trade Center.
Mengingat luas bangunan tersebut mencapai 200.000 meter persegi, pembangunan mall di IKN diperkirakan akan lebih luas dibandingkan itu.
Sedangkan, IKN atau Ibu Kota Nusantara merupakan calon kota modern yang direncanakan akan dibangun sebagai ibukota Indonesia yang baru.
Berpusat di Kalimantan Timur, pembangunan IKN terus dikebut agar dapat diresmikan tepat pada kemerdekaan Indonesia di 17 Agustus 2024.
Namun, peresmian tersebut hanyalah bagian dari pembangunan tahap pertama, dan diharapkan pengembangan IKN akan terus berlanjut hingga tahun 2045.
Perpindahan ibu kota dari Jakarta menuju IKN merupakan strategi pemerintah untuk memperbaiki pengelolaan wilayah, terutama Jakarta yang begitu padat.
Meski ibu kota negara telah dipindah, namun pemerintah akan terus memperbaiki kota tersebut sehingga menjadi pusat bisnis yang maju.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi