

inNalar.com – Pemprov Jawa Tengah nampaknya masih harus terus melanjutkan ambisinya untuk menurunkan angka kemiskinan di setiap daerahnya.
Pasalnya, masih ada beberapa daerah di Jawa Tengah yang memiliki persentase kemiskinan yang cukup tinggi.
Terlihat berdasarkan data BPS tahun 2021, angka kemiskinan Prov Jawa Tengah sebesar 11,79 % , kemudian pada tahun 2022 angka kemiskinan pun turun menjadi 11,25 %.
Baca Juga: Habiskan Dana 10 Trilliun Rupiah untuk Bangun Tol, Kok Malah Dibangun Pakai Bambu?
Tren data penurunan persentase angka kemiskinan di berbagai daerah menunjukkan bahwa Jawa Tengah mulai bangkit dari keterpurukan sejak masa pandemi.
Meski tak menafikan keberhasilan pemprov Jawa Tengah dalam menurunkan tren kemiskinan hingga 0,32 persen, namun perjalanan untuk memberantas kemiskinan nampaknya harus terus dilanjutkan.
Berikut 5 daftar daerah yang masih perlu mendapatkan perhatian khusus dari Pemprov setempat.
1. Kab Banjarnegara
Baca Juga: Daftar 5 Desa Terkaya di Indonesia, Nomor 2 Penduduknya Hasilkan Rp 4 Miliar Lebih per Bulan
Kab Banjarnegara memiliki persentase kemiskinan mencapai 15,20 % dengan jumlah penduduk miskinnya mencapai 141,25 ribu jiwa dari total penduduknya.
Adapun indeks keparahan kemiskinan di Kab Banjarnegara mencapai 0,48% dan indeks kedalaman kemiskinannya mencapai 2,34%.
2. Kab Purbalingga
Persentase kemiskinan penduduk Kab Purbalingga mencapai 15,30%. Tingkat kemiskinan yang lebih tinggi dari Kab Banjarnegara.
Baca Juga: Padahal Dulu Ramai, Sekarang Wahana Wisata Ini Tinggal Kenangan, Ada yang Kamu Tahu?
Indeks Keparahan kemiskinan Kab Purbalingga persentasenya sama dengan Kab Banjarnegara, yaitu 0,48%.
Namun, untuk nilai kedalaman kemiskinan Kab Purbalingga jauh melampau Kab Banjarnegara, yaitu 2,34%.
Ini menunjukkan bahwa masih ada 145,33 ribu jiwa yang perlu dimakmurkan oleh pemerintah setempat.
3. Kab Brebes
Pemkab Brebes ternyata masih punya tugas besar untuk bisa menekan angka kemiskinan di daerahnya. Pasalnya, persentase kemiskinannya menduduki 3 daerah teratas di Jawa Tengah.
Adapun persentase kemiskinannya mencapai 16,05 % dengan tingkat keparahan kemiskinan 0,66% .
Sementara nilai kedalaman kemiskiannya 2,73 % dan merupakan yang paling parah daripada daerah lainnya di Jawa Tengah.
Artinya, ada 290,66 ribu jiwa yang perlu mendapatkan perhatian khusus agar bisa keluar dari garis kemiskinan.
4. Kab Wonosobo
Tak disangka negeri di atas awan ini masuk dalam jajaran daerah yang paling banyak angka kemiskinannya di Jawa Tengah.
Meski bukan yang tertinggi, Pemkab Wonosobo perlu mulai mengatur strategi khusus agar tahun selanjutnya bisa menekan lebih dalam lagi tingkat kemiskinan di wilayahnya.
Berdasarkand data BPS, daerah ini memiliki persentase kemiskinan yang mencapai 16,17% dengan tingkat keparahannya yang sangat tinggi, yaitu 0,86 %.
Nilai kedalaman kemiskinan Kab Wonosobo pun menjadi yang tertinggi kedua di Jawa Tengah, yaitu 3,18%.
Data tersebut menunjukkan bahwa sebanyak 128,11 ribu jiwa yang masuk ke dalam garis kemiskinan.
5. Kab Kebumen
Kab Kebumen menduduki posisi teratas yang memiliki jumlah penduduk miskin di Provinsi Jawa Tengah.
Ada sekitar 16,41 % penduduknya yang masuk ke dalam garis kemiskinan. Artinya, sebanyak 196,16 ribu jiwa perlu mendapat perhatian serius dari pemkab Kebumen.
Adapun tingkat keparahan kemiskinannya mencapai 1,02%. persentase yang sangat tinggi dibanding daerah lainnya di Jawa Tengah.
Sementara Kab Kebumen memiliki nilai kedalaman kemiskiannnya mencapai 3,41% dan menjadi yang tertinggi di antara daerah lainnya di Jawa Tengah.
Dengan demikian, meski tren penurunan kemiskinan sudah menunjukkan hasil yang positif, tetapi Pemprov dan pemkab, serta pemkot perlu berintegrasi dalam menekan angka kemiskinan di daerahnya.***