

inNalar.com – Sebuah desa di Aceh, yaitu Desa Lamno, mencuri perhatian karena memiliki penduduk yang berperawakan seperti orang luar negeri,.
Berbeda dengan kondisi Kampung Inggris di Pare yang memang bertujuan untuk belajar Bahasa Inggris tanpa penutur asli, desa di Aceh ini tergolong unik.
Dengan kulit berwarna putih bagaikan salju, mata berwarna biru, serta perawakan yang besar dengan hidung mancung, penduduk di desa ini benar-benar terlihat seperti orang Eropa.
Namun jangan salah, ternyata penduduk di sini memang asli orang Indonesia alias pribumi. Lantas apa yang membuat mereka terlihat seperti bule?
Ternyata, penduduk di sini memiliki keturunan jauh dari Bangsa Portugis yang pernah terdampar saat berlabuh di Indonesia pada abad ke-14 sampai 16.
Karena letaknya di daerah pesisir barat Aceh dan juga langsung menghadap ke arah Samudera Hindia, penduduk ‘Kampung Bule’ ini benar-benar terinfluensi dari kedatangan Bangsa Portugis.
Baca Juga: Punya Kapasitas 4.000 orang, Padma Hotel Semarang Jadi yang Terbesar dan Termewah di Jawa Tengah!
Beberapa tentara kembali ke negara asalnya setelah dipukul telak oleh Suku Aceh pada perang di masa itu, namun menyisakan tawanan atau pasukan yang tertinggal.
Mereka pun akhirnya menikahi penduduk asli Aceh, dan hasil perkawinan mereka menghasilkan keturunan silang yang sampai sekarang masih ada di desa tersebut.
Keturunan dari Bangsa Portugis ini sendiri memang memiliki kulit putih dengan rambut pirang dan mata biru, dan inilah yang membuat penduduk di desa ini memiliki warna kulit serta mata yang sama.
Tidak salah apabila banyak pemuda Aceh maupun orang-orang di Indonesia ingin mempersunting penduduk di ‘Kampung Bule’ ini karena parasnya yang rupawan.
Desa ini sendiri berjarak 86 kilometer dari pusat kota Banda Aceh, menempati posisi desa dengan populasi terbanyak di Kota Serambi Mekah tersebut. Mayoritas bekerja sebagai petani.
Saat ini, sebagian dari mereka menetap di beberapa desa di Kecamatan Jaya dan Kecamatan Baru, Kabupaten Aceh Jaya, namun tidak membuka desa mereka menjadi tempat yang ramah untuk wisatawan.
Nenek moyang mereka dulunya tinggal dan tersebar di beberapa desa lain, seperti wilayah Kerajaan Daya, contohnya seperti Ujung Mulih, Kuala Daya, dan lain-lain.
Dikabarkan, setelah Aceh terkena dampak dari tsunami pada tahun 2004 lalu, beberapa penduduk Desa Lamno hampir punah dan beberapa pindah ke daerah yang lebih besar.
Dengan pengembangan lebih lanjut, Desa Lamno dapat menjadi tujuan wisata menarik bagi wisatawan yang tertarik dengan keunikan budaya, keindahan alam, dan sejarah yang melingkupi fenomena ‘Kampung Bule’ ini.
Melalui upaya pengembangan pariwisata yang tepat, Desa Lamno bisa menjadi daya tarik yang berkontribusi pada pembangunan ekonomi lokal dan pelestarian warisan budaya mereka.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi