Padahal di Jawa Barat, Tapi Penduduk di Desa Ini Malah Lancar Bahasa Jawa, Kok Bisa?

inNalar.com – Mendengar kata ‘Jawa Barat’, pasti yang terbesit di benak adalah orang-orang harusnya mahir dalam menggunakan Bahasa Sunda sebagai bahasa daerah.

Sebab, mayoritas penduduk Jawa Barat sendiri memang dihuni oleh Suku Sunda, terutama di daerah-daerah terpencil.

Uniknya, penduduk desa di terpencil yang berada di Jawa Barat ini tidak bisa menggunakan Bahasa Sunda. Malah, mereka mahir berbahasa Jawa.

Baca Juga: Bikin Sedih! Daerah ini Masih Miliki Penduduk Buta Huruf Terbanyak di Jawa Barat, Apakah Kotamu? 

Desa ini bernama Babakan Lampung, berlokasi di Desa Padasenang, Kecamatan Cidadap, Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jawa Barat.

Desa yang dijuluki sebagai ‘Kampung Jawa’ ini memiliki sejarah di mana mayoritas penduduknya adalah suku asli Jawa.

Seperti yang dikutip dari kanal YouTube Vlog Pedesaan, penduduk di desa ini memang menggunakan Bahasa Jawa dalam aktivitas sehari-hari mereka.

Baca Juga: Bukan di Jakarta! 2 Mall Terbesar di Indonesia Ternyata Ada di Surabaya, Super Megah Banget!

Tidak hanya orang dewasa, terlihat juga anak-anak yang bermain di pekarangan rumah juga memakai Bahasa Jawa.

Desa ini juga masih terlihat asri dan begitu hijau dengan pemandangan alam dan pepohonan, layaknya pedesaan pada umumnya.

Sebagian besar penduduknya bekerja sebagai petani, namun tidak sedikit yang merantau ke kota besar untuk mendapatkan penghasilan lebih.

Baca Juga: Wisatawan Wajib Tahu! Inilah Deretan Bahasa Semarangan yang Terdengar Aneh di Telinga Pendatang

Tempatnya pun juga tidak begitu terisolasi, tidak terlalu sulit untuk diakses, dan memiliki populasi yang tidak sedikit.

Sayangnya, desa ini memiliki jalanan yang sangat sempit, sehingga susah untuk dilalui kendaraan terutama roda empat.

Dengan keunikan bahasa dan budayanya, Desa Babakan Lampung menjadi contoh bagaimana masyarakat dapat mempertahankan warisan budaya dan bahasa mereka meski berada di tempat lain.

Tidak ada informasi lebih lanjut mengenai penggunaan adat istiadat Jawa maupun Sunda di desa ini selain pemakaian Bahasa Jawa.

Namun, desa ini tidak membuka tempat mereka untuk dikunjungi oleh publik, sehingga bukan menjadi destinasi wisata untuk para wisatawan.

Tapi bila penasaran, bisa saja mengunjungi desa ini untuk merasakan sensasi berbeda dengan melakukan budaya Suku Jawa di Jawa Barat.***

Rekomendasi
REKOMENDASI UNTUK ANDA [Tutup]