

inNalar.com – Desa Waturaka yang terletak di Kecamatan Kelimutu, Kabupaten Ende, Provinsi Nusa Tenggara Timur merupakan desa yang memiliki penduduk berpenghasilan tinggi.
Perubahan desa miskin menjadi desa yang kaya tidak lepas dari sosok Ignatius Leta Odja, salah satu warga di desa tersebut.
Pada tahun 2011, dirinya melihat potensi Waturaka untuk menjadi pendukung wisata Danau Tiga Warna di Kelimutu, Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Baca Juga: Padahal di Jawa Barat, Tapi Penduduk di Desa Ini Malah Lancar Bahasa Jawa, Kok Bisa?
Sehingga dia pun membuat ide gila, yaitu ingin mengubah desanya menjadi pusat penginapan bagi wisatawan yang akan berkunjung ke Kelimutu.
Hal ini dilakukan lantaran wisatawan yang mengunjungi wisata di Kelimutu kerap kali menginap di Desa Konara.
Sius akhirnya mulai dengan membersihkan desa dari sampah, membuka jalur wisata baru menuju air terjun Murukeba dan sumber air panas Kolorongo.
Baca Juga: Intip Jembatan Gantung 3,2 Milliar di Jawa Tengah, Akses Mewah Penduduk Desa yang Juga Punya Gondola
Setelah itu, dia mengontak LSM Swisscontact WISATA, dan bekerja sama guna memberikan pendampingan kepada warga desa dalam bercocok tanam,, mendirikan sanggar musik dan tari, dan pengetahuan mengenai layanan homestay.
Kemudian, Sius bekerja sama dengan agen perjalanan di Bali untuk membuat paket wisata di desanya. Mulai dari mengenalkan budaya dan tarian adat, hingga berkunjung ke tempat wisata lain.
Desa Waturaka pun mendapatkan penghargaan sebagai Desa Wisata Alam Terbaik pada tahun 2017. Wisatawan yang setiap hari desa mengunjungi desa ini betah menginap di 20 homestay yang disediakan.
Baca Juga: Bikin Sedih! Daerah ini Masih Miliki Penduduk Buta Huruf Terbanyak di Jawa Barat, Apakah Kotamu?
Semua karena wisatawan mendapatkan pengalaman untuk berpartisipasi dalam kegiatan sehari-hari bersama pemilik rumah dan warga setempat.
Kegiatan tersebut seperti bekerja di ladang atau melakukan kerja bakti, di mana Desa Waturaka mengambil kesempatan itu karena memiliki ladang pertanian yang luas.
Wisatawan akan diberikan pengalaman bertani, berladang, dan berkebun secara langsung. Dengan demikian, wisatawan dapat merasakan langsung kenikmatan makanan yang segar dari ladang yang mereka petik sendiri.
Pengunjung bukan sekadar menikmati keindahan alamnya, tetapi juga merasakan kehidupan di desa dan mengenal budaya masyarakat setempat.
Hal inilah yang membuat penduduk di Desa Waturaka mampu menghasilkan pendapatan antara 2 juta hingga 5 juta Rupiah per bulan berkat bisnis homestay.
Sanggar musik dan tari juga menjadi hidup dan menghasilkan pendapatan sekitar Rp2 juta per bulan per orang. Penghasilan ini tidak berasal dari dalam negeri saja, namun juga luar negeri.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi