Dikabarkan Telan Rp 800 Milliar, Ternyata Masjid Megah di Malang Ini Bukan Dibangun oleh Manusia, Tapi…

inNalar.com – Sebuah masjid megah yang berdiri secara tiba-tiba di sebuah perkampungan Kecamatan Turen, Kabupaten Malang, Jawa Timur, menimbulkan banyak pertanyaan.

Konon, masyarakat mempercayai bahwa masjid ini dibangun dalam satu malam dengan bantuan jin karena sama sekali tidak terlihat proses pembangunannya.

Faktanya, pembangunan masjid ini dilakukan oleh para santri yang memakan waktu bertahun-tahun, berawal pada tahun 1963 oleh Romo Kiai Ahmad setelah mendapatkan petunjuk dari salat Istikharah.

Baca Juga: 5 Mall Megah di NTT dan NTB Ini Jadi Favorit Tempat Belanja Masyarakat, Nomor 1 Sering Bikin Pengunjung Nyasar

Pada tahun 1987, pembangunan masjid dimulai dan berlanjut hingga 1992. Meskipun menghadapi polemik terkait surat IMB, pembangunan terus berlanjut.

Diketahui, lahan seluas 6,5 hektare membutuhkan biaya sekitar 26 miliar Rupiah. Dari luas lahan tersebut, sekitar 4 hektare sudah terisi bangunan.

Sehingga bisa diperkirakan biaya pembangunan bangunan satu lantai mencapai 80 miliar Rupiah. Karena memiliki 10 lantai, total biaya yang dikeluarkan sekitar 800 miliar Rupiah.

Baca Juga: Berada di Tengah-tengah Hutan, Kota di Papua Ini Sangat Modern, Mirip Banget dengan Amerika

Masjid ini menjadi satu dengan Pondok Pesantren Bihaaru Bahri ’Asali Fadlaailir Rahmah. Pengasuh ponpes ini sendiri mengatakan bahwa mereka tidak pernah menghitung jumlah dana yang digunakan untuk pembangunan gedung tersebut.

Selain sebagai tempat ibadah, ternyata masjid ini juga menjadi destinasi wisata religi yang favorit dan populer di Jawa Timur.

Dikelilingi oleh berbagai fasilitas, seperti area parkir yang luas, toilet yang bersih, dan warung makanan dan minuman, pengunjung akan merasa nyaman selama berkunjung.

Baca Juga: Cuma 1 Jam dari Denpasar, Ada Surganya Wisata Air Terjun di Bali yang Tersembunyi di Balik Pegunungan

Meskipun kisah tersebut merupakan mitos, Masjid Tiban Malang tetap mempesona dengan lokasinya yang tersembunyi di tengah perkampungan tapi terjangkau.

Dalam perjalanan menuju masjid, pengunjung akan dimanjakan dengan arsitektur megah bangunan yang mempesona dengan memadukan gaya Timur Tengah, India, Eropa, dan Tionghoa.

Dari luar hingga dalam, masjid ini juga dipenuhi dengan keramik berwarna biru dan putih yang menciptakan suasana yang magis.

Masjid Tiban Malang terdiri dari 10 lantai dengan fungsi yang berbeda-beda. Setiap lantai bisa dijelajahi menggunakan tangga hingga lift.

Selama di dalam, pengunjung akan melihat taman yang indah, ruang keluarga, toko-toko yang menjual kebutuhan sehari-hari, dan bahkan sebuah akuarium.

Masjid Tiban Malang juga menyelenggarakan kegiatan selama bulan Ramadan, termasuk salat Tarawih dan buka puasa bersama. Tidak hanya itu, salat Hari Raya juga digelar di sini, dihadiri oleh jamaah yang memenuhi seluruh kawasan masjid.

Dengan sudut-sudut yang mengagumkan dan suasana yang estetik, masjid ini menjadi tempat yang sempurna untuk berfoto dan berbagi momen di media sosial bagi para pengunjung.***

Rekomendasi