

inNalar.com – Jawa Timur telah memiliki 4 bendungan multifungsi baru sepanjang tahun 2015 hingga diproyeksikan selesai seluruhnya tahun 2024.
Pada awal tahun 2023, Kementerian PUPR telah menuntaskan bendungan yang ketujuh di Provinsi Jawa Timur.
Bangunan multifungsi tersebut adalahan bendungan Bagong yang terbentang di desa Sumurup dan Sengon yang lokasinya berjarak sekitar 10 km dari titik pusat kotanya Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur.
Luas wilayah Kabupaten Trenggalek Jawa Timur ini diketahui seluas 126.140 ha yang terdiri dari area persawahan, tanah kering, dan perkebunan.
Area Persawahan Kab Trenggalek tercatat luasnya sekitar 12.160 ha, tanah keringnya seluas 39.515 ha, dan area perkebunannya seluas 2.536. Tentu pembangunan bendungan ini akan menjadi berita menggembirakan para petani dan pekebun Jawa Timur.
Pasalnya, Jawa Timur diketahui menjadi salah satu pemasok padi dengan luas panennya yang terbesar di Indonesia.
Baca Juga: Ada yang Usianya Hingga 2 Abad? Ini 5 Pondok Pesantren Tertua di Jawa Timur, Adakah Pesantrenmu?
Produksi padi Jawa Timur tercatat di tahun 2022 lalu bisa menyumbangkan 1,7 juta ha, diikuti Jawa Tengah, dan Jawa Barat.
Dengan adanya pengairan dari bendungan Bagong di Kab Trenggalek ini, diharapkan irigasi sawah akan lebih maksimal seperti kebutuhan pasokan padi dan palawija yang menjadi komoditas unggulannya.
Tak hanya petani Trenggalek saja yang merasakan manfaatnya, rakyat Jawa Timur di sekitar Trenggalek bisa merasakan manfaatnya dari sektor perkebunan, wisata, pasokan pembangkit listrik, dan sumber air bersih.
Baca Juga: 5 Fakta Unik Seputar Labuan Bajo yang Jarang Diketahui Publik, Nomor 4 di Luar Nalar Manusia!
Bendungan Bagong Trenggalek ini berdiri di lahan seluas 1.021 ha dan diproyeksikan dapat menampung air hingga 17,40 juta m3.
Sumber aliran air bendungan raksasa di Kab Trenggalek ini berasal dari Sungai Bagong yang mengaliri 39,95 km2 wilayah sekitar aliran sungai.
Adapun biaya yang dikeluarkan untuk pembuatan bendungan raksasa Bagong di kab Trenggalek itu mencapai Rp 1,6 triliun.
Diproyeksikan bendungan Jawa Timur yang satu ini akan selesai pada tahun 2024, dengan progres perampungannya kini 15,7 persen.
Dengan adanya bendungan Bagong di kab Trenggalek ini diharapkan akan memberikan manfaat besar bagi berbagai sektor.
Selain bisa menjadi titik potensi wisata baru, bendungan raksasa di Jawa Timur ini diharapkan bisa mengurangi dampak banjir hingga 78,44%.
Selain itu, bendungan di Kab Trenggalek ini juga bisa memasok kebutuhan air utama dan tampungan airnya pun semakin bertambah.
Pembangunan bendungan dengan daya tampung besar bertujuan untuk menampung air sebanyak-banyaknya agar saat musim kemarau tiba pun wilayah lumbung di Jawa Timur yang membutuhkan pengairan bisa tetap memproduksi pangan secara berkelanjutan.***