

inNalar.com – Membangun suatu pondok pesantren memiliki banyak rintangan yang harus dihadapi para kyai, pada zamn dulu untuk membangu sebuah pondok pesantren diperlukan pengorbanan yang sangat besar.
Karena pada zaman dulu islam masih belum tersebar luas seperti sekarang, bahkan untuk mebangun sebuah pondok pesantren membutuhkan perjuangan.
Tidak hanya perjuangan, pertimbangan juga perlu dilakukan untuk membangun suatu pondok pesantren.
Seperti hanya pondok-pondok tertua di indonesia juga membutuhkan pengorbanan yang sangat besar untuk meneruskan ajaran agama islam, bahkan para kiai memasuki daerah-daerah yang memiliki banyak rintangan.
Penduduk awalnya menentang dengan sangat keras mengenai ajaran agama islam, tetapi sering dengan perjalan waktu para penduduk mulai menerima dakwah yang diajarkan para kyai.
Bahkan para penduduk awalnya meremehkan dan merendahkan dari ajaran agama islam, mereka kebanyakan tidak percaya dengan ajaran agama islam seperti penduduk sukamiskin bandung.
Baca Juga: 1 Muharram 1445 H, Begini Proses Ritual Sasahan PSHT yang Sering Dianggap Mistis, Beserta Aturannya
Daerah sukamiskin bandung merupakan pemberian nama dari Kyai Haji.R.Muhammad Alqo, mulai lambat laun banyak penduduk yang ingin belajar mengaji.
Tidak hanya itu banyak para penduduk yang penasaran dan ingin tahu tentang ajaran agama islam sehingga mendatangi Kyai Haji.R.Muhammad Alqo.
Dari banyaknya para penduduk yang mulai belajar mengaji kepada Kyai Haji.R.Muhammad Alqo, maka dibuatkannya musholla terlebih dahulu.
Setelah ibangunnya mushalla kemudian dibangunlah sebuah masjid yang digunakan untuk belajar mengaji para penduduk sukamiskin.
Bahkan semakin banyak para penduduk sukamiskin di bandung yang ingin belajar mengaji sampai sebuah bangunan masjid tidak muat untuk menampung.
Dari adanya banyak para penduduk yang gemar dan mulai penasaran dengan ajaran agama islam dan belajar menagji akhirnya Kiai Haji.R.Muhammad Alqo mewakafkan untuk dibuat sebuah bangunan pondok pesantren.
Hingga berdirilah sebuah pondok pesantren yang memiliki nama yang sama dengan sukamiskin.
Bahkan daerah sukamiskin pada saat itu banyak didatangi oleh banyak orang untuk menuntut ilmu ajaran agama islam, sukamiskin memiliki arti pasar minyak wangi.
Pondok pesantren sukamiskin dibangun pada tahun 1881 dan didirikan oleh Kyai Haji.R.Muhammad Alqo di bandung jawa barat, bahkan banyak para pendiri pondok pesantren di indonesia yang menjadi santri pondok pesantren sukamiskin.