Benarkah Pesawat Terbang di Pondok Pesantren Sunan Drajat Lamongan Masih Bisa Beroperasi? Begini Faktanya

inNalar.com – Tidak disangka ternyata pondok pesantren Sunan Drajat memiliki pesawat terbang  yang masih bisa digunakan untuk beroperasi, pesawat tersebut memiliki nama Bouroq.

Pesawat Bouraq merupakan ikon dari pondok pesantren Sunan Drajat yang memiliki sejarah bahkan banyak orang yang belum mengetahui bahwa Pondok Pesantren Sunan Drajat memiliki pesawat terbang.

Pesawat Bouraq merupakan nama yang sama dengan kendaraan yang dipakai oleh nabi Muhammad SAW untuk melaksanakan kegiatan isra’ mi’raj.

Baca Juga: Pondok Pesantren Tertua se Jawa Timur Ini Telah Berdiri selama 197 Tahun, Ploso, Lirboyo dan Tebu Ireng Lewat!

Seorang pengusaha kayu dari kalimantan selatan yang sangat terkenal mendirikan maskapai penerbangan sehingga diberi nama seperti kendaraan nabi Muhammad SAW saat isra’ mi’raj.

Diketahui bahwa pesawat Bouraq mulai aktif beroperasi pada tahun 1970, bahkan siapa sangka ternyata pesawat Bouraq pada zaman dulu disebut sebagai pesawat dengan jadwal penerbangan paling on time.

Pesawat bouraq berhenti beroperasi pada tahun 2005 karena terdapat suatu permasalahan mengenai keuangan atau finansial dari perusahaan yang menaungi pesawat terbang Bouraq.

Baca Juga: 1 Muharram 1445 H, Begini Proses Ritual Sasahan PSHT yang Sering Dianggap Mistis, Beserta Aturannya

Pesawat Bouraq yang berada di Pondok Pesantren Sunan Drajat merupakan pemberian dari salah satu teman H. Hasbullah Arif yang bernama H. Ruslam.

Ruslam merupakan pemilik dari Saygon Waterpark yang berada di Pasuruan Jawa Timur dari adanya perbincangan antara keduanya akhirnya membuat pesawat Bouraq meluncur ke Pondok Pesantren Sunan Drajat.

Akhirnya pada tanggal 26 bulan Januari 2016, 1 buah pesawat Bouraq meluncur ke Pondok Pesantren Sunan Drajat.

Baca Juga: Dikenal Sebagai Kampung Madinah, Pondok Pesantren di Jawa Timur Ini Miliki 900 Santri dari Luar Negeri

Bahakan untuk membawa 1 pesawat yang sangat besar ini harus dipotong menjadi 2 bagian agar badan pesawat mudah untuk angkut. 

Setelah pemotongan pesawat Bouraq terjadi akhirnya pesawat yang sudah dipotong tersebut diangkut ke mobil trailer untuk pergi menuju Pondok Pesantren Sunan Drajat. 

Setelah pesawat Bouraq sampai d Pondok Pesantren Sunan Drajat terjadi adanya renovasi yaitu pengelasan pada badan pesawat yang telah dipotong menjadi 2 bagian untuk memudahkan pembacaan menggunakan mobil trailer.

Tidak hanya pengelasan pergantian kursi penumpang juga dilakukan hingga mirip seperti seperti pesawat Bouraq yang masih beroperasi pada masanya.

Sampai saat ini pesawat Bouraq yang berada di Pondok Pesantren Sunan Drajat menjadi salah satu objek bagi para pengunjung yang yang mendatangi Pondok Pesantren Sunan Drajat.

Sampai saat ini pesawat Bouraq dijadikan sebagai wahana Pondok Pesantren Sunan Drajat adapun pramugari dan juga pilot di dalamnya yang merupakan santri dari Pondok Pesantren Sunan Drajat.***

Rekomendasi