

inNalar.com – Banten sendiri merupakan sebuah provinsi di Indonesia yang terletak paling barat di Pulau Jawa. Memiliki luas 9.663 km² serta populasi penduduk 13.16 juta penduduk.
Sebelum tahun 2000, Banten masih menjadi satu provinsi di Jawa Barat sebelum pada akhirnya memisahkan diri sejak tahun 2000 dan menjadi bagian tersendiri dengan pusat pemerintahannya yang berada di Kota Serang.
Di provinsi ini, terdapat beberapa fakta pesona serta budaya yang perlu diketahui, salah satunya tentang bedanya bahasa Sunda Banten dengan Cirebon. Ini dipengaruhi oleh inflasi Mataram yang tidak sampai ke daerah Banten.
Oleh karena itu di daerah selatan Banten masih begitu kental dengan budaya kuno bahkan masih dihuji masyarakat Baduy dan orang kanekes dengan bahasa Sunda kuno.
Selain bahasa, perairan Banten juga sangat luas sehingga penduduk sama memiliki banyak penghasilan dari tangkapan ikannya.
Banten juga merupakan salah satu gerbang perdagangan antara Jawa dan Sumatera dan ini menjadi sebuah kunci lancarnya perekonomian di Pulau Jawa.
Adapun penghasilan terbesar di Banten yang berupa Pala, Vanili, cengkeh serta kelapa dan melinko. Sehingga penghasilan emping melinjo menjadi paling penting.
Provinsi ini juga tempat berdirinya kesultanan Banten yang bercorak Islam hasil dari pengaruh kekuasaan kesultanan Demak sehingga Banten menjadi pusat Islam di masalalu.
Dibagian Selatan, tempat bernaungnya orang Baduy atau lebih tepatnya orang-orang Kanekes yang memiliki populasi sekitar 26. 000 orang.
Mereka bahkan masih menyimpan dan menjaga kearifan lokal budayanya. Selain itu, mereka dikenal dengan pakaiannya yang serba hitam.
Banten terkenal oleh Semi Debus, yaitu seni beladiri yang terkenal tahan dari senjata tajam.
Lalu dibagian Selatan Banten, topografi wilayahnya berkarakter perbukitan yang sebagian wilayahnya yang baru merasakan aliran listrik karena memang beberapa orang kanekes menolak akses listrik.
Selain budaya yang melekat, provinsi Banten juga memiliki beberapa destinasi wisata yang menarik sepeti Taman Nasional Ujung Kulon.
Taman ini memiliki tipe ekosistem seperti hutan hujan tropika, hutan mangrove, serta tempat berlindungnya flora dan fauna seperti badak bercula satu dan tanaman langka bernama Kakoleceran.
Selain itu, di Pandeglang juga terdapat tempat wisata pantai Lesung yang begitu cantik ada juga pantai baru dal wisata bahari yaitu Pantai Sawarna. Meskipun terbilang baru, wisata ini cukup diminati oleh warga sekitar. *** (Fildatul Hammi)
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi