Tempat Cukur Rambut Tertua di Indonesia Ini Berusia 112 Tahun, Lokasinya Cuma 3,6 Km dari Balaikota Surabaya

inNalar.com – Sudut Kota Surabaya, Provinsi Jawa Timur terdapat tempat cukur rambut tertua di Indonesia.

Keberadaan tempat cukur rambut tertua di Indonesia yang ada di Surabaya itu sudah ada sejak tahun 1911, sebelum Indonesia merdeka.

Berada di Jalan Kembang Jepun No. 38, Surabaya, pemilik tempat cukur rambut tertua ini sudah beberapa generasi.

Baca Juga: Satu-satunya di Jawa Timur, Begini Pesona Alun-alun Batu yang Punya Bianglala Senilai Rp 4 Triliun

Pemilik tempat cukur tertua yang ada di Surabaya ini adalah keturunan asli orang China dan tinggal di lingkungan masyarakat China di Surabaya.

Karena sudah berusia 112 tahun, tak heran tempat cukur tertua ini memiliki gaya interior yang klasik dan modern di zamannya.

Tempat cukur rambut tertua yang bernama Shin Hua ini sempat kembali viral karena diabadikan oleh seorang influencer.

Baca Juga: Wow Ternyata Ada Kapten Jack Sparrow di Karimunjawa! Berikut Fakta Unik dari Kepulauan di Utara Laut Jawa Ini

Hampir seluruh alat-alat cukur dan perabotan yang ada di Shin Hua berusia sama dengan tempatnya.

Tempat cukur rambut Shin Hua kini dikelola oleh Eddy Koestanto yang merupakan anak tertua dari Tan Shin Tjo.

Meskipun anak-anak yang lain tak mau meneruskan usaha ayahnya, Eddy tetap setia menjaga dan merawat tempat cukur Shin Hua.

Baca Juga: Intip Masjid Termewah dan Termegah di Lamongan, Jawa Timur, Kerap Disamakan dengan Hotel Bintang 5

Sebagai perantau dari Hokkiu China, keluarga Eddy kemudian mengadu nasib sebagai tukang cukur.

Ternyata usaha cukur rambut yang dirintis ayahnya diminati oleh masyarakat Surabaya dan hampir setiap hari menerima 100 pelanggan.

Bahkan seluruh alat yang digunakan didatangkan langsung dari negeri tempat dia berasal.

Shin Hua lama-kelamaan tergerus oleh zaman karena menjamurnya baerbershop di Kota Surabaya.

Pelanggan setianya kini tak sampai 50 orang karena sudah banyak yang meninggal dunia.

Meski begitu, Eddy tetap akan terus mempertahankan Shin Hua hingga akhir hayatnya.***

Rekomendasi