

inNalar.com – Suku Samin hingga saat ini masih aktif menjalankan adat istiadat dan tradisinya yang saat ini mendiami kawasan pedalaman Blora, Jawa Tengah
Suku Samin asal Blora ini memiliki suatu ajaran yang disebut Saminisme. Mereka konsisten dalam berperilaku
Menjujung tinggi kejujuran, tidak sombong, tidak iri dengki, tidak berprasangka buruk pada orang lain dan sikap apa adanya diterapkan oleh Suku Samin Blora.
Saminisme atau ajaran Samin merupakan keturunan dari pengikut Samin Surosentiko yang menanamkan Sedulur Sikep di kawasan Blora.
Namun karena ajaran Sedulur Sikep tersebut dulu Suku Samin malah dianggap gangguan jiwa atau kurang pintar oleh penduduk Blora yang tidak menganut ajaran tersebut
Hingga saat ini Suku jika ingin bepergian lebih memilih berjalan kaki jika masih bisa ditempuh antar kota sekalipun.
Ajaran Sedulur Sikep memiliki beberapa makna yang berarti. Sedulur “saudara”, Sikep “senjata”.
Memiliki makna bahwa ajaran Samin mengutamakab perlawanan namun tanpa senjata atau kekerasan.
Berawal ketika masa penjajah Belanda dan Jepang. Suku Samin menerapkan ajaran Sedulur Sikep dengan mengobarkan semangat perlawanan ke Belanda.
Baca Juga: Liverpool Siap Hadapi Bayern Munchen yang Bantai Tim Kecil pada Pramusim di Jerman
Perlawanan dilakukan dengan tidak membayar pajak dan tidak menaati peraturan. Sikap ini kerap membingungkan pemerintah kolonial.
Namun suku Samin asal Blora Jawa Tengah ini bangga jika membawa identitas Sedulur Sikep atau “Wong Sikep” karena memiliku konotasi posistif yang berartu jujur dan baik.
Masyarakat Samin justru dikenal jujur dan terbuka dengan siapapun meskipun kepada orang yang belum dikenal. Di sisi lain Suku Samin menjadi salah satu kearifan lokal yang asal Blora Jawa Tengah
Sikap tersebut dianggap lugu yang cenderung bodoh. Namun cara ini lah yang digunakan untuk melawan Belanda, dengan pura-pura dengan ketidaktahuannya.
Ada beberapa hal-hal baik dari ajaran yang diterapkan suku Samin. Sikap persaudaraan, gotong royong juga masih dipegang teguh
Prinsip yang jalankan ada “Solahing ilat” artinga lidah harus dijaga ketika bervivara atau mengucapkan apapun dengan jujur tapi tidak menyakiti orang lain jika tidak mau disakiti.
Suku Samin berpedoman jangan melakukan sesuatu yang buruk jika tidak ingin diperlakukan sebaliknya.***(Melin Cahya Islachlaila)
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi