

inNalar.com – Semua orang mungkin tahu jika Papua memiliki kekayaan alam yang melimpah.
Bahkan dengan kekayaan alam tersebut, nilai pendapatan per kapita dari desa di Papua ini berhasil mengalahkan pendapatan per kapita dari seluruh daerah di pulau Jawa.
Dan desa itu adalah desa Teluk Bintuni. Bahkan daerah tersebut memiliki PDRB per kapita terbesar dalam kategori Kabupaten di Indonesia.
Baca Juga: Viral! Tempat Wisata Sidoarjo Jawa Timur Terkini yang Wajib Dikunjungi Saat Berlibur
Sebelum mengetahui pendapatan per kapita yang tercata di BPS, ada baiknya untuk mengetahui terlbeih dahulu apa itu desa teluk Bintuni.
desa teluk Bintuni merupakan nama suatu daerah yang terletak di Papua Barat. Dengan Luas wilayah Kabupatennya mencapai 18.114 Km², atau sama dengan luas 13,02 persen dari wilayah Provinsi Papua Barat.
Diketahui Desa Bintuni saat ini memiliki 115 desa, 2 kelurahan, dan 24 kecamatan.
letak daerah kabupaten desa Bintuni ini berada di dataran yang cukup rendah, yaitu dengan ketinggian rata-rata adalah 0-100 meter di atas permukaan laut.
Meskipun begitu, desa Bintuni ini termasuk salah satu dari desa terkaya yang ada di Indonesia. Semua itu karena dari pemanfaatan kekayaan alam yanggunakan secara baik oleh para penduduk desa Bintuni.
Walaupun tercatat memiliki kekayaan yang fantastis dari BPS, namun sayangnya hal itu tidak merata. Diperkirakan kekayaan dari pendapatan per kapita dari desa teluk Bentuni ini berfokus pada satu lapisan kecil masyarakat.
Baca Juga: Miliki Area Kebun hingga Hotel, Pondok Pesantren di Jawa Barat Ini Punya Santri dari Afrika Selatan
adapun dari parameter PDRB yang tercatat pada BPS,Teluk desa teluk Bintuni mempunyai pendapatan per kapita sebanyak Rp. 457,55 juta per tahunnya.
Seperti yang telah dijelaskan di atas, Desa Teluk Bintuni memiliki kekayaan alam yang melimpah, sehingga mereka mampu mencatat sebagai desa terkaya di Indonesia dan menghasilkan Rp. 457,55 juta per tahun.
Kekayaan alam yang dimiliki dari desa teluk Bentuni adalah cadangan gas alam yang sangat melimpah.
Selanjutnya, Dalam melakukan Explorasi dan exploitasi pada gas alam itu, proyek yang melaksanakan itu adalah LNG Tangguh.
Perlu diketahui, LNG Tangguh merupakan mega-proyek pembangunan kilang LNG yang berada di Teluk Bintuni, Papua Barat. Dengan dibangunnya kilang LNG tersebut adalah untuk menampung gas alam dari beberapa daerah Blok di sekitar Teluk Bintuni. Yaitu seperti Blok Wiriagar, Blok Berau, dan Blok Muturi.
Saking melimpahnya, saat ini diketahui potensi gas alam dari wilayah teluk Bintuni mencapai 30 triliun kubik per hari. Karena itu Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni mengungkapkan akan terus berusaha mengembangkan potensi gas alam melewati LNG Tangguh yang telah memasuki pembangunan tahap train 3.
Tidak hanya itu, Desa teluk Bintuni juga memanfaatkan potensi dari laut. Karena daerah tersebut diketahui mampu menyuplai 2 juta ton kepiting dan udang ke Jakarta, hingga mampu melakukan ekspor ke beberapa negara lain, seperti Singapura, Malaysia, China, dan Jepang.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi