

inNalar.com – Semua orang pasti tahu tempat yang digunakan untuk mendaratkan pesawat, ya itu adalah bandara.
Biasanya, lokasi dari bandara terletak di daratan yang luas. Tapi kali ini, dan pertama kalinya di Indonesia ada bandara terapung yang ada di Semarang.
Ya itu adalah bandara terapung Semarang yang akan terlihat melayang saat dilihat oleh orang-orang, karena terletak di atas air. Berikut ulasannya.
Baca Juga: 8 Rekomendasi Tempat Kuliner Enak dan Favorit di Kediri, Wisatawan Auto Balik Lagi
Sebenarnya konsep dari bandara terapung ini sudah ada di luar negeri, yaitu seperti Jepang, London ataupun Hongkong. Namun akhirnya Indonesia juga memiliki bandara terapungnya sendiri.
Dengan sejarahnya bandara ini merupakan pangkalan udara TNI, berlanjut menjadi bandara domestik dan saat ini menjadi bandara internasional, bandara yang terletak di Semarang ini terlihat mengapung karena terletak di atas rawa.
Dengan bangunan bandara yang berada di atas rawa-rawa dan air, maka tempat mendarat pesawat ini akan terlihat layaknya mengapung di udara.
Keunikan dan kecanggihan bandara terapung pertama di Indonesia ini yaitu dibangun di atas rawa (air) dengan dikelilingi kolam. Dan kolam-kolam tersebut mengengelilingi mulai dari gedung parkir, gedung terminal, bahkan sampai wetland park area.
Meskipun begitu, namun dengan adanya bandara terapung ini pemerintah tetap menjaga ekosistem alamnya. Karena menggunakan konsep dasar eco green.
Ditambah lagi, area bandara terapung ini juga ditanami sebanyak 24 ribu bibit mangrove dengan luas 4.478 meter persegi agar lebih mendukung kelestarian lingkungan.
Baca Juga: Lebih Sakit dari Cinta Beda Agama, Gadis Asal Surabaya Ini Patah Hati Usai Jatuh Cinta dengan Hantu
Tidak hanya itu, untuk memenuhi air yang dibutuhkan di terminal baru Bandara Ahmad Yani Semarang, akan diperoleh dari PDAM, air payau dan air hujan dengan pengolahan sistem Reverse Osmosis (RO).
Adapun Luas dari area Bandara terapung Ahmad Yani Semarang ini adalah seluas 58,652 meter persegi.
Perbandingannya, Jika bandara lama sebelum ini hanya mampu menampung 800.000 penumpang per tahun, bandara terapung kali ini naik pesat menjadi 6,5 juta penumpang per tahun.
Dengan melakukan pembaruan tersebut, bahkan bandara terapung pertama di Indonesia ini dilengkapi dengan apron baru yang dikethaui mampu menampung sebanyak 12 pesawat terbang, 30 konter check in, 8 elevator, beserta 3 buah garbarata.
Dengan nama resmi Bandar Udara Internasional Ahmad Yani, Bandara terapung ini diresmikan oleh Presiden Jokowi kemarin pada 7 Juni 2018.
Selama melakukan pembangunan bandara terapung pertama di Indonesia tersebut, memerlukan dana investasi sebesar Rp. 2,08 triliun, dan akhirnya menjadi landasan pesawat tercanggih dan pertama di Indonesia. ***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi