Aliri Sawah 86.396 ha, Bendungan Tertua di Jabar ini Jadi Saksi Bisu Infrastruktur Zaman Belanda di Indonesia

inNalar.com – Bendungan di Jawa Barat yang satu ini merupakan salah satu infrastruktur tertua di Indonesia.

Bendungan tersebut bernama Bendungan Walahar yang berada di Desa Walahar, Kab Karawang, Jawa Barat.

Bendungan Walahar Karawang ini merupakan salah satu infrastruktur Indonesia yang sudah ada sejak zaman Belanda, tepatnya pada tanggal 30 November 1925.

Baca Juga: 5 Kampung Muslim di Manado, Kota yang Terkenal Dengan Mayoritas Non-Islam

Bendungan bersejarah di Karawang ini masih menjadi infrastruktur andalan Provinsi Jawa Barat dalam mengontrol debit air yang mengalir di sepanjang Sungai Citarum.

Bahkan, bendungan Walahar juga memikat wisatawan lokal di daerah Karawang untuk berkunjung ke sana meski hanya untuk sekadar melihat aliran air derasnya Sungai Citarum atau menikmati berbagai restoran yang ada di sekitarnya.

Menyelami infrastruktur Indonesia tempo dulu sangat menarik untuk dibahas, terlebih keberadaannya menjadi jendela saksi bisu histori irigasi pertanian yang kini menjadi sektor ekonomi andalan Provinsi Jawa Barat.

Baca Juga: Jadi Sup Terenak di Dunia, Makanan dari Jawa Timur Ini Bikin Heran Karena Punya Kuah Warna Hitam

Hingga kini, Pemprov Jawa Barat pun masih mempertahankan bendungan tersebut guna mengatur sirkulasi air yang mengairi sawah seluas 87.396 ha sekaligus menjadi tempat wisata bersejarah.

Dulunya bendungan Walahar lebih dikenal dengan Bendung Parisdo. Dibangun oleh C Swaan Koopman, seorang ahli berkebangsaan Belanda yang menekuni bidang perairan.

Pembangunan bendungan di Karawang ini dilakukan mulai tahun 1918 hingga akhirnya siap digunakan pada tahun 1925.

Baca Juga: Kampung Pelosok di Balik Gua dengan Akses Masuk Ekstrem Picu Adrenalin Ini Ada di Kebumen, Jawa Tengah

Berdiri kokohnya bendungan tertua di Jawa Barat ini menunjukkan bahwa betapa potensi pertanian Indonesia telah diketahui sejak zaman penjajahan Belanda.

Dahulu, bendungan ini dibagun untuk mengairi area persawahan di sekitar Karawang. Pasalnya pertanian di daerah tersebut menjadi salah satu pemasok beras utama di Indonesia.

Di atas jembatan bendungan yang melintasi sungai Citarum, terdapat lorong yang biasa digunakan masyarakat sekitar Karawang menikmati keindahan alam aliran air sungai yang mengalir deras.

Selain digunakan sebagai irigasi sawah dan tempat rekreasi, bendungan ini juga berfungsi untuk mengatasi permasalahan kekurangan air di Karawang jika masa kemarau tiba.

Karakteristik bangunan kuno yang tetap dipertahankan dengan lima pintu air yang berada di bawah jembatan menjadi daya tarik wisatawan untuk berkunjung ke Bendungan Walahar.

Selain itu, bendungan Walahar Karawang digunakan sebagai pengendali banjir yang biasanya mengalir semakin deras dari hulu besarnya saat musim hujan tiba.

Oleh karena itu pula bendungan tertua di Jawa Barat ini juga disebut sebagai bendungan penyelamat warga Karawang.

Berbagai mesin yang ada di Bendungan Walahar Karawang ini pun diharapkan terus dikembangkan oleh Pemprov Jawa Barat.

Pasalnya, meski Karawang kini lebih dikenal sebagai kota industri, tetapi sektor komoditi padi tetap menjadi andalannya Provinsi Jawa Barat.***

Rekomendasi
REKOMENDASI UNTUK ANDA [Tutup]