Sederet Fakta Unik Suku Bajo Ini Jarang Dijumpai di Daerah Lain, Ada Kelebihan Khusus yang Memukau

inNalar.com – Eksotisme kelebihan Labuan Bajo tidak bisa terlepas dari peran Suku Bajo yang mendiami tempat tersebut.

Selama berpuluh-puluh tahun mereka tinggal Labuan Bajo, Suku Bajo mempelajari apapun yang ada di alam, hal itu menjadi fakta sekaligus kelebihan yang tak bisa terbantahkan.

Tak terkecuali juga kelebihan lautan mereka yang menjadi tempat mencari penghidupan Suku Bajo secara turun-temurun.

Baca Juga: 5 Kampung Muslim di Manado, Kota yang Terkenal Dengan Mayoritas Non-Islam

Suku Bajo sebenarnya tidak hanya ada di Labuan Bajo Saja. Melainkan menyebar di beberapa daerah dan negara.

Seperti di Malaysia, Brunei, Filipina, dan pesisir Indonesia pasti ada kelompok Suku Bajo.

Dikutip dari ditsmp.kemdikbud.go.id, Suku Bajo mempunyai keahlian berenang dan menyelam yang luar biasa.

Baca Juga: Berdiri Kokoh Sejak 1906, Jembatan di Jawa Barat ini Simpan Perjalanan Panjang di Dunia Kereta Api Indonesia

Bahkan Suku Bajo mampu mencari bahan makanan dari laut hingga tradisi yang mereka lakukan tidak jauh dari laut.

Semakin tahun keberlangsungan kelompok Suku Bajo di beberapa wilayah semakin berkurang.

Hal itu dikarenakan adanya perubahan iklim dan kerusakan lingkungan laut.

Baca Juga: Kampung Pelosok di Balik Gua dengan Akses Masuk Ekstrem Picu Adrenalin Ini Ada di Kebumen, Jawa Tengah

Sehingga banyak Suku Bajo yang beralih ke pekerjaan lain dan tidak mendapatkan kesempatan untuk berlayar mencari makanan di laut.

Keberadaan Suku Bajo sebenarnya memberikan manfaat tersendiri bagi daerah tersebut.

Terutama dalam hal pengembangan pariwisata pantai dan laut agar masyarakat Suku Bajo bisa memperkuat ekonomi mereka.

Dahulu, masyarakat Suku Bajo hidup secara nomaden atau berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat lainnya.

Namun sekarang mereka banyak tinggal di Taman Nasional Kepulauan Togean di Sulawesi Tengah.

Berikut adalah beberapa fakta unik tentang Suku Bajo di Indonesia.

1. Asal Suku Bajo

Perlu diketahui bahwa Suku Bajo tidak berasal dari Indonesia. Melainkan mereka datang dari Kepulauan Sulu yang ada di Filipina Selatan.

Karena Suku Bajo suka berpindah-pindah, maka pada akhirnya mereka bermigrasi ke wilayah Pulau Sulawesi dan beberapa kepulauan lainnya di Indonesia.

Suku Bajo juga terdapat di NTB, NTT, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, dan wilayah lainnya.

2. Rumah Perahu

Dunia menyebut Suku Bajo sebagai The Sea Gypsies karena tidak bisa tinggal jauh dari lautan.

Bahkan perahu yang mereka gunakan untuk mencari makanan di laut juga digunakan untuk tempat tinggal.

Perahu juga merupakan kendaraan penting mereka untuk menjelajah lautan.

3. Penyelam Profesional

Kemampuan menyelam Suku Bajo di atas rata-rata manusia biasa.

Kelompok Suku Bajo bisa menyelam tanpa menggunakan oksigen selama beberapa menit.

Bahkan karena seringnya menahan nafas, paru-paru Suku Bajo beradaptasi menjadi lebih besar dari manusia umumnya.

Hal itulah yang membuat orang Suku Bajo mampu menyelam ke dalam laut selama beberapa menit.

Tujuannya tak lain untuk mencari bahan makanan sehari-hari mereka.

4. Suku Bajo Menginspirasi Karya Film

Film Avatar 2: The Way of Water sebagian besar ceritanya menggambarkan kehidupan masyarakat yang bergantung pada lautan.

Bahkan rumah-rumah yang ada di film tersebut juga terinspirasi dari rumah masyarakat Suku Bajo.

James Cameron, sutradara film tersebut menyebutkan bahwa sering melihat orang-orang seperti Suku Bajo di Indonesia.***

Rekomendasi