

inNalar.com – Siapa sangka ternyata stasiun dengan jalur rel kereta api terbanyak berada di Surabaya, Jawa Timur yakni Stasiun Sidotopo.
Pada dasarnya stasiun kereta api biasanya memiliki kurang dari sepuluh jalur tergantung ukuran stasiunnya.
Berbeda dengan stasiun yang satu ini, berlokasi di ujung timur kota Surabaya. Stasiun Sidotopo mempunyai 17 jalur kereta api aktif.
Jalur lain yang unik pada Stasiun Sidotopo ini adalah adanya balloon loop sebagai pemutar lokomotif kereta.
Stasiun yang sudah berdiri sejak 105 tahun silam, tepatnya pada tahun 1918 dan dirikan oleh Staatsspoorwegen (SS) yang merupakan perusahaan jalur kereta api milik Pemerintah Hindia Belanda.
Namun Stasiun Sidotopo tidak melayani penumpang dan berfungsi menjadi tempat perawatan kereta baik dari lokomotif hingga gerbong.
Baca Juga: Desa Terpencil dan Tertinggi di Atas Gunung Terindah Wonosalam Jombang, Alamnya Manjakan Mata
Secara rutin kereta menjalani pengecekan keadaan pada Stasiun Sidotopo baik dari perawatan ringan hingga bulanan.
Berdasarkan penjelasan dari akun TikTok resmi PT. Kereta Api Indonesia (KAI). Fungsi lain dari Stasiun Sidotopo adalah mengatur jalur percabangan kereta api yang melintas.
Terdapat empat jalur percabangan diantaranya adalah ke Stasiun Surabaya Gubeng, Benteng, Surabaya Kota, dan Surabaya Pasarturi-Kalimas.
Baca Juga: Pembangunan Jalan Tol Padang – Pekanbaru Sepanjang 254 KM Hampir Selesai
Fakta lainnya adalah, Stasiun Sidotopo berada dalam satu kompleks yang sama dengan beberapa depo perkeretapian.
Mulai dari depo kereta, gerbong, mekanik yang melakukan perawatan untuk menstabilkan performanya.
Sayangnya dengan luasnya jalur rel kereta yang ada di Stasiun Sidotopo masih belum diaktifkan buat penumpang.
Dalam kolom komentar yang terdapat pada akun TikTok resmi PT.KAI juga diharapkan bahwa kedepannya Stasiun Sidotopo akan dioperasikan sebagai stasiun penumpang.
Tidak sampai disitu, Stasiun Sidotopo menjadi stasiun tempat gerbong dan lokomotif kereta yang sudah tidak lagi digunakan atau pensiun beristirahat.
Hal ini dapat disaksikan secara langsung oleh penumpang kereta api yang akan melaju pada Stasiun Sidotopo jika nantinya stasiun ini dioperasikan menjadi stasiun penumpang.
Dan menjadi daya tarik sendiri karena adanya gerbong dan lokomotif lama. *** (Jessica Barans Widyasari)