

inNalar.com – Indonesia memiliki kekayaan alam yang sangat melimpah, salah satunya yaitu sektor perikanan dan budidaya udang yang membutuhkan lahan luas dalam pengelolaannya.
Melalui proyek Tambak Budidaya Udang Berbasis Kawasan (BUBK), Indonesia sekarang memiliki tambak budidaya udang yang sangat luas.
Proyek Tambak Budidaya Udang Berbasis Kawasan (BUBK) dibangun di wilayah Kebumen, Jawa Tengah dan telah diresmikan sejak Maret 2023.
Baca Juga: Miliki Suhu hingga 80 Derajat, Geiser di Jawa Barat Ini Jadi yang Paling Langka di Indonesia!
Tambak budidaya udang terluas se Indonesia tersebut dikabarkan telah selesai dibangun dengan luas 60 hektar dari 100 hektar.
Dengan total luas hektar, terdapat 149 petak yang akan digunakan untuk budidaya udang di Tambak Budidaya Udang Berbasis Kawasan (BUBK) tersebut.
Diperkirakan untuk setiap hektar Tambak Budidaya Udang Berbasis Kawasan (BUBK) akan menghasilkan 40 ton udang per tahun.
Jika keseluruhan lahan dengan luas 100 hektar dimanfaatkan dengan baik, maka setiap tahun tambak budidaya udang di Kebumen akan panen hingga 4000 ton.
Anggaran dana yang dihabiskan untuk membangun proyek tambak budidaya udang di Jawa Tengah ini mencapai angka 175 miliar.
Dalam mengelola tambak budidaya udang di Kebumen, Jawa Tengah ini memerlukan manajemen yang detail serta air yang terjaga kebersihannya.
Baca Juga: Fakta Menarik Dibalik Kesegaran Air Wisata Pemandian Banyu Biru Pasuruan, Wisatawan Patut Waspada!
Air yang digunakan dalam mengelola tambak budidaya udang terluas se Indonesia ini berasal dari laut secara langsung.
Upaya petani budidaya udang dalam menjaga kebersihan air yaitu dengan memberi rumput laut, ikan bandeng, dan ikan nila.
Cara tersebut dapat menjaga kualitas air agar menjadi lebih baik. Setelah digunakan, air harus dikembalikan ke laut dengan kondisi bersih seperti semula.
Dalam menangani hal tersebut, pihak tambak budidaya udang di Jawa Tengah mendirikan Instalasi Pengolah Air Limbah (IPAL).
Instalasi Pengolah Air Limbah (IPAL) akan menerapkan beberapa macam proses terhadap air bekas budidaya udang seperti pengendapan, oksigenasi, dan sebagainya.
Pengolahan air sebelum dikembalikan ke laut tersebut dilakukan untuk menghindari terjadinya kerusakan lingkungan.
Dengan terjaganya kebersihan air untuk budidaya udang, Tambak Budidaya Udang Berbasis Kawasan (BUBK) akan menghasilkan 4000 ton per tahun.
Tambak budidaya udang di Jawa Tengah ini akan memberikan dampak baik terhadap perekonomian negara hingga warga sekitar.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi