

inNalar.com – Ada yang berbeda dari Bandara Internasional Banyuwangi, Jawa Timur. Pasalnya, bangunan arsitekturnya memiliki ciri khas unik yang membuatnya berbeda dari gaya arsitektur bandara lainnya di Indonesia.
Menjadi kebanggaan Jawa Timur, Bandara Banyuwangi ini raih penghargaan bergengsi di bidang arsitektur.
Bandara Terunik di Jawa Timur ini raih penghargaan gaya arsitektur terbaik di dunia dalam Aga Khan Award for Architecture 2022. Bandara Banyuwangi mengusung konsep green airport yang ramah lingkungan.
Baca Juga: Berpredikat Sebagai Lampu Merah Terlama di Indonesia, Ternyata Ada di Ibukota Jawa Timur
Sungguh membanggakan warga Jawa Timur, Bandara Banyuwangi ini disebut hemat energi, karena memaksimalkan udara dan cahaya masuk secara alami menggunakan ventilasi.
Hanya sekitar 30% ruangan yang menggunakan AC di Bandara Banyuwangi, Jawa Timur.
Arsitektur Bandara Banyuwangi ini terinspirasi dari konsep modernitas dan lokalitas. Perpaduan budaya lokal dan inovasi inilah yang menghasilkan gaya khas Bandara terunik di Jawa Timur ini.
Baca Juga: Miliki Luas 5.606 Ha, Bendungan di Jawa Barat Ini Mampu Tampung Air Sebesar 875 Juta Meter Kubik!
Desain atapnya berbentuk segitiga yang terinspirasi dari rumah suku Osing Banyuwangi dan ada struktur kaca yang membuat cahaya mengisi ruangan Bandara.
Desain atapnya sangat unik, karena menggunakan material rumput agar memberi kesan menyatu dengan lingkungas sekitar Bandara Banyuwangi yang kebanyakan adalah area persawahan.
Lebih lanjut, atap segitiga yang menyerupai rumah tradisional Suku Osing Banyuwangi itu terbuat dari besi kayu yang diletakkan di atas atap rumput layaknya 3 mahkota Odeng, yang menjadi hiasan kepala khas di daerah Banyuwangi, Jawa Timur.
Baca Juga: Sumatera Barat Punya Kuburan Terpanjang di Dunia! Ukurannya Setara Lapangan Pacuan Kuda
Dalam proses pembangunan Bandara ini, area sawah di sekitarnya dipertahankan sebagaimana adanya, sehingga desainnya yang didominasi dengan kayu dan rumput ini membuat seolah Bandara Banyuwangi seakan menyatu dengan pemandangan alam di sekitarnya jika dilihat dari udara.
Bandara terunik di Jawa Timur ini berada di kec Blimbingsari, Kab Banyuwangi. Bandara ini dibangun di atas lahan seluas 125,5 hektare.
Adapun panjang runway Bandara Banyuwangi ini mencapai 2.450 meter dan lebarnya sekitar 45 meter.
Dengan fasilitas runway dengan ukuran yang sangat besar itu, membuat Bandara ini dapat melayani pesawat berbadan besar seperti tipe Boeing 737 dan Airbus 320.
Bandara Internasional Banyuwangi mampu memuat sekitar 580.000 penumpang per tahun. Bangunannya terbagi menjadi dua bagian gedung, yaitu terminal khusus domestik seluas 10.000 m2 dan terminal khusus internasional seluas 600 m2.
Berkat kombinasi konsep bangunannya yang modern dan kultural, Bandara terunik di Jawa Timur ini diakui memiliki gaya arsitektur terbaik di dunia.
Tak kalah membanggakan, arsitek Bandara Banyuwangi ini adalah Isandra Matin Ahmad atau yang kerap disapa dengan Andra Matin. Ia adalah arsitektur Indonesia kelahiran Bandung.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi