

inNalar.com – Jalan bebas hambatan atau biasa dikenal dengan tol biasanya diperuntukkan bagi kendaraan mobil, truck, dan lain-lain.
Beda halnya dengan yang satu ini, jalan tol Mandara yang berada di Pulau Bali sebagai tol diatas laut terpanjang di dunia.
Untuk menyesuaikan konsep tersebut, maka dibangunlah fasilitas tambahan yakni Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dan Water Recycling.
Baca Juga: 3 Universitas Negeri Underrated Terbaik di Jawa Timur, Bisa Jadikan Opsi Pilihan Kuliah
Hal tersebut menandakan bahwa Mandala merupakan infrastruktur yang mendukung pelaksanaan fasilitas eco–friendly.
Tidak habis disitu, guna menjaga ekosistem laut adanya penanaman bibit mangrove hadir dibawah jalan tol ini.
Berjumlah 756.800 bibit mangrove berperan aktif untuk menjaga keseimbangan kualitas lingkungan dan mencegah pencemaran air.
Baca Juga: Bendungan di Bali Ini Jadi yang Pertama di Indonesia dan ASEAN dengan Teknologi Inti Aspal
Tol Mandara dapat mengantarkan penggunanya untuk mengakses daerah berikut ini seperti Ngurah Rai, Benoa, serta Nusa Dua.
Tentunya jalur untuk kendaraan roda dua dibedakan dari yang lain sehingga lebih aman untuk kedua jenis kendaraan tersebut.
Nama Mandara diambil dari singkatan “Maju, Aman, Damai, dan Sejahtera” sesuai dengan harapan untuk tol yang satu ini.
Baca Juga: 24 Km dari Denpasar, Desa Kecil di Bali Ini Hampir Tidak Ada Penduduk Miskinnya
Berdiri sejak 2013, keamanan pada jalan ini juga sangat baik karena adanya fasilitas pendukung.
Fasilitas tersebut adalah alat pengukur kecepatan angin atau anemometer secara Internet of Things (IoT).
Cara kerja anemometer adalah dengan mengukur kecepatan angin sehingga bernilai 40 km/jam untuk kendaraan bermotor dan mobil ketika 80 km/jam.
Saat anemometer sudah mencapai angka tersebut maka jalur akan ditutup untuk masing-masing kendaraan guna mengurangi resiko kecelakaan.
Dengan panjang 12,7 kilometer dan berdiri kokoh diatas permukaan laut dengan pemandangan yang indah.
Pengguna jalan tol ini dapat menikmati hamparan laut nan luas dengan udara Pulau Dewata yang menyejukkan.
Selain itu, ornamen yang ada juga menunjukkan kebudayaan khas pulau ini yang sangat kental.
Merogoh kocek hanya 5.000 rupiah, motor yang ingin melintasi Mandara termasuk pada Golongan VI. *** (Jessica Barans Widyasari)
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi