

inNalar.com – Mungkin belum banyak orang tahu, jika sebenarnya Lampung memiliki bendungan, dan waduk tersebut merupakan bendungan terbesar di Asia Tenggara.
Adapun nama dari waduk tersebut adalah Bendungan Batu Tegi, yang terletak di Pekon Batutegi, Kecamatan Air Nanginan, Kabupaten Tanggamus, Lampung.
Menyandang Bendungan terbesar di Asia Tenggara, bendungan Batutegi memiliki kapasitas penampungan debit air sebanyak 9 juta meter kubik.
Ditambah lagi, ada pula PLTA dalam waduk ini yang mampu memproduksi listrik berkapasitas 125,2 giga watt tiap tahunnya yang dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar.
Selain menjadi terbesar di Asia Tenggara, bahkan pembangunan bendungan Batu Tegi ini memakan waktu selama 8 tahun hingga memakan 13 korban jiwa.
Dan dari kepercayaan warga-warga sekitar, korban yang meninggal dalam pembangunan bendungan Batu Tegi Lampung ini adalah tumbal dari diciptakannya waduk terbesar di Asia Tenggara.
Berjarak 80 km dari Bandar Lampung, dengan kurang lebih memakan waktu 4 jam perjalanan hingga tiba di Bendungan Batu Tegi,, kala itu waduk ini diresmikan oleh Presiden RI Megawati Soekarnoputri tahun 2004.
Meskipun diresmikan tahun 2004, akan tetapi pembangunan bendungan terbesar di Asia Tenggara ini membutuhkan waktu 8 tahun bahkan hingga memakan 13 korban yang dijadikan tumbal.
Berdasarkan beberapa sumber terpercaya, dulunya saat pembangunan bendungan ini terdapat pekerja yang tengah mengerjakan terowongan yang digunakan untuk menjadi saluran pembuangan air dari bendungan.
Diketahui Terowongan yang tengah digarap para pekerja tersebut memiliki ukuran diamater puluhan meter, dengan panjang terowongan hingga ratusan meter ke bawah.
Sayangnya, alat berat yang digunakan dalam pengecoran semen untuk membuat terowongan itu, yang memiliki berat ratusan ton tiba-tiba jatuh hingga mengubur para pekerja yang ada di dalamnya.
Tercatat ada 13 orang pekerja yang menjadi korban hingga meninggal dunia dari kejadian tersebut.
Selanjutnya, dengan maksud untuk memperingati kejadian ini, maka pemerintah membuat tugu peringatan, dengan terdapat nama dari ke-13 orang yang meninggal tersebut.
Adapun Tugu peringatan tersebut dapat ditemukan di salah satu bagian dari puncak bendungan Batu Tegi, Lampung. Hingga akhirnya sepembangunan Bendungan ini selesai dan diresmikan kala itu oleh Presiden Megawati Soekarnoputri di tahun 2004.
Salah satu monumen peresmian Bendungan Batu Tegi di Lampung ini bisa dilihat dari prasasti yang tercipta dari batu marmer berwarna hitam yang terletak di salah satu puncak bendungan.
Meskipun memiliki sejarah yang cukup kelam dengan memakan korban, bahkan hingga dipercaya dijadikan sebagai tumbal pembuatan bendungan, namun saat ini bendungan Batu Tegi Lampung justru menjadi salah satu daya tarik wisatawan saat berkunjung ke Lampung.
Jadi tidak heran lagi jika banyak wisatawan yang berkunjung kesana dan berfoto selfie ria di Bendungan Batu Tegi yang saat itu merupakan bendungan terbesar di Asia Tenggara.