

inNalar.com – Perlu warga Indonesia ketahui, jika sebenarnya Provinsi Lampung memiliki bendungan, bahkan waduk ini menjadi bendungan terbesar di Asia Tenggara.
Bendungan tersebut terletak di Pekon Batutegi, Kecamatan Air Nanginan, Kabupaten Tanggamus, provinsi Lampung.
Dan waduk yang menyandang gelar bendungan terbesar di Asia Tenggara adalah bendungan Batu Tegi, Lampung.
Bagaimana tidak, bendungan Batu Tegi dulunya menghabiskan dana 920 milyar ini memakan lahan seluas 3.560 hektar di daerah Lampung. Meskipun Biaya pembangunan kala itu tidak hanya berasal dari APBN saja, namun juga menggunakan pinjaman uang ke Japan Bank For International Cooperation.
Dengan luas mencapai ribuan hektar tersebut, bendungan Batu Tegi memiliki kapasitas air sebanyak 690 juta m3 yang salah satunya digunakan dalam pemanfaatan irigasi pertanian di Lampung.
Adapun pemanfaatan air irigasi di bendungan terbesar di Asia Tenggara ini dulunya hanya 43.585 Ha, dan saat ini menjadi 66.573 Ha.
Ditambah lagi daerah yang memperoleh manfaat irigasi air tersebut yaitu seperti Kabupaten Lampung Utara, Lampung Timur, Lampung Tengah, Lampung Selatan hingga Kota Metro pun mendapatkan manfaatnya.
Selain itu ada pula PLTA di Bendungan Batu Tegi yang mampu menghasilkan listrik sampai 125,2 giga watt per tahunnya yang digunakan untuk menyebarkan kebutuhan listrik untuk warga sekitaran Lampung.
Tidak hanya itu, manfaat dari pembuatan bendungan Batu Tegi di Lampung ini juga berfungsi sebagai penyedia air baku daerah kota Bandar Lampung, Branti dan Metro sebanyak 2.250l/d, mereduksi banjir, perikanan hingga wisata.
Baca Juga: Dirumorkan Makan 13 Tumbal, Bendungan di Lampung Ini Jadi yang Terbesar se-Asia Tenggara
Wisata yang ditawarkan di Bendungan Batu Tegi Lampung ini pun cukup beragam, terutama dengan keindahan panorama alamnya.
Pasalnya, waduk ini dulu dibuat dari penyatuan dua bukit yang sangat tinggi hingga menjadi bendungan. Dan berlanjut hingga menenggelamkan bukit-bukit kecil yang berada disebelah hulu bendungan di dalam genangan air.
Desain dari bangunan di atas bendungan juga merupakan jalanan aspal selebar 10 m yang dilengkapi trotoar, pot bunga, lampu jalan dan pagar pembatas. Tentu hanya dengan ini saja pemandangan yang terlihat akan bisa untuk menarik mata para wisatawan.
Agar lebih paham tentang bendungan Batu Tegi, Area pertama di dalam waduk adalah bagian di dalam bendungan. Sedangkan area kedua merupakan dermaga atau disebut juga dengan Jetty oleh warga-warga sekitar.
Perlu diperhatikan, Jika para wisatawan ingin masuk ke bagian dalam bendungan, para pengunjung diperlukan untuk meminta ijin dahulu pada petugas penjaga pintu.
Masih belum puas? Tidak perlu khawatir. Karena bendungan Batu Tegi juga menyediakan fasilitas lain berupa Jetty agar para wisatawan bisa lebih puas mengitari keseluruhan waduk terbesar di Asia Tenggara ini.
Wisata Jetty merupakan fasilitas perahu pribadi yang telah disiapkan warga sekitar agar para wisatawan dapat mengelilingi keseluruhan dari bendungan Batu Tegi.
Adapun dengan biaya Rp. 700 ribu, perahu pribadi tersebut dapat dinaiki oleh 7 penumpang, dengan melakukan satu kali putaran di seluruh bendungan Batu Tegi sekaligus menjadi pemandu wisata selama di atas air.
Meskipun nampaknya mahal, namun biaya yang dikeluarkan ini akan sebanding dengan yang diperoleh.
Pasalnya, selama menggunakan Jetty, para wisatawan akan ditampakan oleh indahnya pemandangan bukit Batu Tegi, sekaligus selama dalam Jetty ini para pengunjung akan ditunjukan panorama kelokan jalan menurun menuju dermaga.
Akhirnya, panorama indah itu akan nampak terlihat oleh kedua mata, yang menunjukan hamparan pemandangan dari kolam air raksasa, serta pucuk-pucuk bukit sebagai latar belakang.
Nah itulah bendungan Batu Tegi Lampung, yang menyandang nama bendungan terbesar di Asia Tenggara. Tentu walaupun ini hanyalah wisata buatan, namun pemandangan di waduk ini pasti akan sangat instagramable dan cocok bagi wisatawan yang hobi berfoto.