

inNalar.com – Jembatan Tayan atau Jembatan Pak Kasih, dibangun pada tahun 2011 dan diresmikan pada 22 Maret 2019.
Berlokasi di Kecamatan Tayan Hilir, Kabupaten Sanggau, berjarak 112 meter dari Kota Pontianak, jembatan ini menjadi dua bagian karena menghubungkan tiga desa.
Dilansir dari pu.go.id, dua bagian jembatan ini memiliki panjang masing-masing 280 meter dan 1.140 meter, ditambah panjang jalan di Pulau Tayan yang menghubungkan kedua jembatan sebesar 318 meter.
Baca Juga: 24 Km dari Denpasar, Desa Kecil di Bali Ini Hampir Tidak Ada Penduduk Miskinnya
Sehingga total panjangnya 1.975 m dan menjadi jembatan yang terpanjang di Kalimantan Barat serta terpanjang ke-3 di Indonesia. Dana yang diperlukan untuk membangun jembatan ini mencapai 450 miliar Rupiah.
Dapat dilalui oleh tiga jalur kendaraan, jembatan ini dirancang untuk bertahan selama 100 tahun dengan perawatan sesuai standar yang berlaku.
Di balik kemegahan jembatan ini, ternyata ada cerita menarik di balik penamaannya. Dilansir dari kanal YouTube @info_pagi, Jembatan Tayan memiliki nama lain yaitu Pak Kasih.
Penamaan ini dipilih oleh Presiden Joko Widodo sebagai penghormatan kepada Pak Kasih, seorang tokoh masyarakat Dayak dari Sambi, yang berani melawan pasukan NICA atau pemerintahan sipil Belanda.
Kala itu, Pak Kasih tewas dalam pertempuran melawan tentara NICA di jembatan Sidas, peristiwa yang kemudian dikenal dengan sebutan “Perang Seedhash Dua”.
Sebelum adanya jembatan ini, kendaraan seperti mobil dan truk harus menggunakan kapal feri dengan biaya sekitar 200.000 rupiah hingga 200 Rp50.000.
Baca Juga: Inilah 5 Daerah dengan Biaya Hidup Termahal di Provinsi Bengkulu, Nomor 2 Warganya Suka Foya-Foya
Dengan dibangunnya jembatan Pak Kasih, masyarakat tidak perlu membayar lagi untuk menyeberang, apalagi naik kapal.
Pengendara juga dapat melihat keindahan jembatan dan berfoto di sana untuk destinasi wisata tanpa dipungut biaya sepeser pun.
Pembangunan jembatan ini menjadi salah satu kegiatan penting untuk mendukung ketersediaan infrastruktur jalan dan jembatan di Kalimantan, khususnya jalur trans-Kalimantan, dan perbatasan Indonesia-Malaysia.
Selain jembatan, pemerintah juga membangun jalan akses dengan total panjang 3,7 kilometer.
Jalan ini terdiri dari Jalan Akses Utara sepanjang 0,9 kilometer, Jalan Pulau sepanjang 0,372 kilometer, serta Jalan Akses Selatan sepanjang 2,5 kilometer.
Bila melihat total biaya konstruksi untuk jalan serta jembatan yang menghubungkan tiga desa ini, diperkirakan mencapai 1 triliun Rupiah.
Biaya yang dikeluarkan untuk pembangunan jembatan Pak Kasih diharapkan dapat meningkatkan perekomian setempat, dan menghemat waktu serta biaya untuk menyebrang.
Dengan begitu, jembatan ini dapat memberi manfaat langsung bagi masyarakat, pengusaha, dan industri di sekitarnya.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi