Desa Kecil di Mamasa, Sulawesi Barat Ini Mirip Switzerland, Dipenuhi Keladi Setiap Sudutnya

 

inNalar.com – Selain mendapat berbagai macam penghargaan, Provinsi Sulawesi Barat ini ternyata menyimpan sebuah desa dengan panorama yang tidak biasa.

Tidak hanya panorama yang kerap kali dijuluki sebagai Switzerland-nya Indonesia ini, memiliki akan banyak sejarah yang menarik.

Desa Taupe awal mulanya sebuah desa yang berada di Kecamatan Polmas namun memecahkan diri pada tahun 1989.

Baca Juga: Bak Negeri Dongeng, Penginapan Unik di Jombang, Jawa Timur Ini Suguhkan View Eksotis Lereng Gunung Anjasmoro

Setelahnya, desa ini berada di Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat dengan luas wilayah 23,23 km.

Terkenal dengan desa yang memiliki struktur alam begitu rapi sehingga dijuluki dengan Switzerland yang diselimuti oleh dataran tinggi yang hijau.

Konon katanya, awal mula desa ini ada karena dulunya terdapat masyarakat yang berlalu-lalang membawa keladi.

Baca Juga: Dikenal Angker, Desa Kecil di Jombang, Jawa Timur Ini Mendadak ‘Mati’ Usai Ditinggal Penduduknya

Masyarakat dahulu menjadikan keladi sebagai salah satu bahan makanan pokok warga sekitar sehingga disebutlah dengan desa Taupe.

TAUPE sendiri berasal dari bahasa UPE yang berarti keladi. Ya karena memang terdapat banyak tanaman keladi di wilayah ini.

Desa TAUPE berada di sebuah daerah kaki Gunung Mambuiling yang memiliki batas geografis langsung dengan Taman Nasonal Gandang Dewata.

Baca Juga: Satu-satunya di Jawa Timur? Keturunan Terakhir Majapahit Ditemukan di Jombang: Nggak Bisa Bahasa Jawa

Kini banyak sekali para wisatawan yang berkunjung menikmati kesejukan Desa TAUPE ini.

Salah satu pusat objek wisata di Desa TAUPE ini ialah negeri di atas awan alam BUNTU KEPA.

Berkunjung ke desa ini para wisatawan akan disuguhkan dengan pembandangan alam yang memiliki penghijauan luas serta merasakan seperti berada di Switzerland.

Apalagi ketika suda berada di BUNTU KEPA, seketika tempat ini membawa para pengunjung berada di atas awan.

Jadi warga Indonesia tidak perlu jauh-jauh hanya untuk menikmati suasa negeri Switzerland karena desa ini sudah memiliki suasananya.*** (Fildatul Hammi)

Rekomendasi