

inNalar.com – Batam merupakan sebuah kota yang sebagian besar kehidupannya bergantung pada bendungan untuk memenuhi kebutuhan air penduduknya.
Oleh karena itu Pemkot Batam gencar membangun infrastruktur bendungan sebagai sumber kehidupan masa depan kota industri tersebut.
Salah satu bendungan yang menjadi tumpuan besar bagi penduduk kota Batam adalah bendungan Duriangkang.
Bendungan Duriangkang Batam menjadi waduk terbesar dan terluas di Asia Tenggara.
Begitu besar dan luasnya bendungan raksasa ini, sekitar 70 persen suplai air baku penduduk Batam pun berasal dari bendungan Duriangkang.
Uniknya, air yang ada di bendungan Duriangkang ini merupakan pertemuan antara air asin laut dengan air sungai, sehingga dinamakan dengan bendungan Estuary DAM.
Baca Juga: 5 Daerah dengan Penduduk Termiskin di Provinsi Bengkulu, Kaur dan Kepahiang Mendominasi?
Air tampungan dalam bendungan tersebut mulanya mengandung air asin, tetapi kemudian dilakukan proses desalinasi atau menghilangkan kandungan garam agar bisa menjadi air yang aman untuk dikonsumsi penduduk Batam.
Selain dikenal dengan bendungan terbesar di Asia Tenggara, waduk raksasa ini juga merupakan salah satu infrastruktur penampung air legendaris di Indonesia.
Pasalnya, bendungan Duriangkang ini dibangun pada tahun 1990 hingga akhirnya bisa dimanfaatkan oleh hampir seluruh penduduk Batam pada tahun 2001.
Baca Juga: Wow! Inilah Deretan Orang Terkaya di Provinsi Bengkulu, Mertua Atta Halilintar Paling Tajir?
Bendungan Duriangkang berada di kecamatan Sei Beduk, Batam, Provinsi Kepulauan Riau.
Jangkauan atau tangkapan air di dalam bendungan raksasa di Batam ini seluas 155,32 km2.
Bendungan Duriangkang Batam memiliki spesifikasi panjangnya 200 meter dan lebarnya 8 meter, dan dibangun dengan tipe urugan dengan tanah homogen.
Waduk Duriangkang memiliki daya tampung air hingga 101,2 Juta m3 dengan kemampuan penyediaannya hingga 3000 liter/detik.
Bendungan di Batam ini telah menopang sebagian besar pergerakan kehidupan penduduknya dan berbagai perindustrian yang ada di kota tersebut.
Maka tak heran jika waduk Duriangkang menjadi sumber kehidupan masa depan Kota Batam.
Oleh karena itu, berbagai perangkat bendungan pun perlu dijaga agar sumber kehidupan penduduk kota industri tetap terjamin kedepannya.
Perangkat bendungan Duriangkang diketahui terdiri dari piezo meter, inclino meter, patok geser, patok tetap, dan V-notcth. ***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi