

InNalar.com – Biasanya, dalam pembangunan jalan tol memang memakan waktu yang lama. Salah satunya adalah jalan Tol Cisumdawu.
Bagaimana tidak, Tol Cisumdawu yang berada di Jawa Barat ini memakan waktu hingga 11 tahun hingga akhirnya bisa beroperasi.
Apa alasan dari lamanya pembangunan jalan Tol Cisumdawu ini?
Sebagai informasi, Tol Cisumdawu di Jawa Barat merupakan singkatan dari Cileunyi Sumedang Dawuan.
Adapun biaya pembangunan dari Jalan Tol Cisumdawu adalah Rp. 18,3 triliun. Namun dana tersebut ditanggung oleh dua pihak, yaitu pemerintah 9,07 triliun, dan sisanya ditanggung oleh KPBU dari swasta.
Dengan memiliki jalan sepanjang 50 km, tol Cisumdawu terbagi menjadi enam seksi, yang tiap seksinya memiliki panjang yang berbeda-beda.
Baca Juga: Pemudik Bahagia, Jalan Tol Trans Sumatera Bikin Rute Lampung-Palembang Kini Cuma Jadi 4 Jam!
Seksi 1 Cileunyi-Pamulihan memiliki panjang 11,4 km, dengan Seksi 2 Pamulihan Sumedang sepanjang 4,8 km, dan Seksi 3 Sumedang-Cimalaka sepanjang 4,05 km.
Selanjutnya adalah Seksi 4 Cimalaka-Legok sepanjang 8,2 km, Seksi 5A dan 5B Legok-Ujung jaya sepanjang 14,9, sedangkan Seksi 6A dan 6B Ujung Jaya-Dawuan memiliki panjang 6,06 km.
Mungkin dengan panjang kurang lebih 50 km, pembangunan tol Cisumdawu harusnya tidak memakan waktu begitu lama. Namun nyatanya tol ini akhirnya bisa beroperasi 11 tahun kemudian yaitu tahun 2023.
Pembangunan dari jalan tol Cisumdawu sebenarnya sudah direncanakan semenjak era pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Dengan perencanaan awal dimulai tahun 2005, hingga akhirnya dibangun November 2012.
Kala itu, jalan tol ini sesungguhnya memiliki target penyelesaian di tahun 2014. Namun, penyelesaiannya beberapa tahun kemudia tidak pernah terselesaikan.
Salah satu tantangan yang menjadi kendala saat itu adalah kendala dari lahan dan investasi sehingga pembangunan jalan bebas hambatan ini memakan waktu yang sangat lama.
Karena itulah dana dari negara harus dikeluarkan beserta investasi dari perusahaan swasta. Yaitu pemerintah mengeluarkan anggaran sebesar 9,07 triliun, dan dari KPBU swasta, yang akhirnya terkumpul sejumlah 18 Triliyun.
Hingga akhirnya 10 tahun kemudian semenjak pembangunan tol Cisumdawu tahun 2012 dibangun, jalan tol Cisumdawu Seksi 1 Cileunyi-Pamulihan dapat dioperasikan di bulan Januari 2022.
Selanjutnya diikuti dengan bulan Desember 2022, Seksi 2 dan seksi 3 Pamulihan-Sumedang-Cimalaka mulai dapat dioperasikan. Bahkan Ruas tol Cisumdawu juga telah dimanfaatkan dalam mendukung kelancaran arus mudik momen Natal 2022 beserta Tahun Baru 2023.
Adapun manfaat lain dari beroperasinya jalan tol Cisumdawu, maka akan mempermudah konektivitas saat menuju Bandara Kertajati.
Nantinya pada bulan Agustus 2023, tol Cisumdawu akan beroperasi penuh dan mulai dikenakan biaya bagi pengendara yang hendak melintasi jalan bebas hambatan di Jawa barat ini.
Menariknya, Tol Cisumdawu juga akan memberikan pengalaman berkendara yang cukup unik. Hal tersebut karena pengendara nantinya akan melintasi terowongan kembar (twin tunnel) dengan panjang 472 meter dengan membelah perut bukit Cigendel pada Kecamatan Pamulihan, Sumedang. ***