

InNalar.com – Bagi orang-orang yang menaiki kereta api mungkin sudah familiar saat melewati jembatan yang digunakan untuk kereta api melintas.
Akan tetapi, di Indonesia sendiri, tepatnya di Jawa barat memiliki jembatan kereta api yang cukup istimewa. Salah satunya adalah jembatan kereta api Cisomang.
Terletak antara Stasiun Cisomang, Kabupaten Purwakarta dan Stasiun Cikadongdong, Kabupaten Bandung Barat, jembatan kereta api Cisomang ini terbentang sepanjang 243 meter.
Baca Juga: Habiskan Dana 10 Triliun, Bandar Antariksa di Papua Ternyata Ditolak Masyarakat, Kok Bisa?
Salah satu Keistimewaan dari jembatan kereta api Cisomang yang memiliki panjang 243 meter ini yaitu karena dilengkapi juga dengan rel ganda, dan diikuti pula dengan jalur pejalan kaki dan sepeda motor.
Dengan dibangun menggunakan konstruksi besi baja beserta pondasi beton, jembatan KA Cisomang ini memiliki ketinggian hampir mencapai 100 meter dari atas lembah Sungai Cisomang.
Akan tetapi, walaupun jembatan ini dibangun di atas jurang yang dalam, namun hal ini justru sangat menarik perhatian karena memberikan pemandangan yang indah.
Lokasi tepat dari Jembatan KA Cisomang ini ada di sebelah timur Stasiun Cisomang, yang sudah masuk dalam wilayah Desa Cisomang, Kecamatan Darangdan, Kabupaten Purwakarta.
Namun, jalur kereta yang digunakan saat melalui Jembatan KA Cisomang sekarang ini merupakan generasi ke-3, yang dulunya diresmikan oleh Presiden Megawati Soekarnoputri pada tahun 2004.
Sedangkan di sisi lain dari jalurnya, ada pula Jembatan KA Cisomang generasi ke-2, yang saat ini sudah tidak lagi digunakan dan dialihkan ke generasi ke-3.
Sekedar informasi, Jembatan KA Cisomang generasi ke-2 saat ini hanya tinggal menyisakan rangka baja yang berwarna merah, akan tetapi jalur rel itu masih menunjukkan bekas jalur rel tunggal.
Sedangkan sisa Jembatan KA Cisomang generasi ke-1 yang disebut juga oleh para warga sebagai Langhub, tidak memiliki ketinggian dua jembatan penerusnya yang memiliki bentuk seperti reruntuhan benteng.
Selain itu, Lokasi dari sisa Jembatan KA Cisomang generasi ke-1 juga sedikit tersembunyi di tengah-tengah ladang pertanian warga. Meskipun berada tidak terlalu jauh dari lokasi kedua generasi penerusnya.
Sejarahnya, Jembatan KA Cisomang generasi ke-1 dan ke-2 merupakan jalur yang dibangun di masa kolonial Belanda yang kala itu diciptakan oleh perusahaan kereta api negara Staatssporwegen (SS).
Sedangkan Jembatan KA Cisomang generasi ke-3, jalur ini merupakan lintasan yang dibangun oleh PT Kereta Api Indonesia.
Diketahui pembangunan dari jembatan KA Cisomang generasi ke-3 ini sampai menghabiskan dana 150 miliar. Meskipun begitu, hal tersebut juga sepadan dari manfaat dan pemandangan yang diberikan bagi para penumpang kereta api. ***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi