

inNalar.com – Ibukota Jawa Barat, Bandung. Satu kabupaten ini merupakan salah satu dari metropolitannya dari daerah Jawa Barat.
Perlu diketahui, meskipun menjadi Ibukota, Bandung merupakan satu daerah di Jawa Barat yang memiliki udara sejuk.
Terutama saat berkunjung ke Desa Baros, Kecamatan Arjasari, Kabupaten Bandung, yang merupakan desa wisata terbaik di Indonesia.
Bagi yang berkunjung ke Bandung, ada baiknya untuk datang berkunjung ke desa wisata terbaik di Indonesia ini.
Pasalnya, Desa Wisata Baros menawarkan kesegaran suasana yang asri di tengah sawah-sawah. Selain itu, Desa ini terletak di tengah hutan pinus mega tutupan. Jadi otomatis akan terasa asri dan segar.
Salah satu yang menjadi objek para wisatawan saat berkunjung ke desa wisata terbaik di Indonesia ini adalah Aliran Sungai Citalutug yang tenang dan menyejukan.
Baca Juga: Perkampungan Belanda Ternyata Masih Ada di Trenggalek, Jawa Timur, Lokasinya Dekat Gunung Wilis Lho
Tidak hanya itu, Di sekitaran Sungai Citalutug juga telah didirikan beberapa saung dari bambu sebagai tempat niis atau berteduh.
Selain itu saung-saung di aliran sungai desa Baros juga sering digunakan para pengunjung untuk berkumpul bersama keluarga, ataupun teman-temannya sembari menikmati alam beserta menyantap makanan yang dibawanya.
Sauma Pratiwi, yang merupakan wisatawan di desa Baros ini mengungkapkan jika ia senang untuk bisa datang ke desa wisata tersebut.
Baca Juga: Telan Anggaran 276 Triliun Rupiah, Tol Trans Sumatera Menjadi Proyek Termahal Se-Indonesia
Ia menjelaskan jika suasana di desa Baros sangat menenangkan. Selain itu Sauma juga mengungkapkan jika ia tengah hamil besar, jadi ia membutuhkan suasana nyaman dalam healing.
Sebenarnya, Desa Wisata Baros ini sudah mulai dibangun sejak akhir tahun 2021.
Pada awal tahun 2022, tepatnya 3 bulan semenjak desa wisata Baros beroperasi, Desa Wisata ini berhasil masuk ke dalam 300 besar di ajang Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2021, yang diadakan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf).
Dahulu, saat awal-awal terbuka desa wisata Baros, desa ini hanya memiliki satu panggung yang digunakan dalam membuat konten atau saat diadakannya pertunjukan.
Hingga berlanjut dengan dilakukannya kegiatan bersih-bersih Sungai Citalutug. Dan akhirnya dibangunlah saung-saung semi permanen di sekitaran desa dan aliran sungai.
Sedangkan untuk menikmati asrinya desa wisata Baros, para pengunjung cukup membayar Rp. 5 ribu saja.
Wisatawan dapat menikmati jernihnya Sungai Citalutug, lalu ada bangunan semi permanen yang bisa digunakan untuk bercengkrama dengan keluarga sembari menikmati kudapan.
Sebenarnya, Desa wisata Baros ini memiliki banyak potensi yang dapat dikembangkan. Yaitu seperti potensi dari sumber daya alamnya, dan ada pula potensi kesenian kendang, penyanyi, dalang, ada pula wayang serok, jaipong, pencak silat dan banyak lagi.
Namun, menurut Firman, selaku Pengelola Desa Wisata Baros ia menyesalkan jika potensi-potensi tersebut belum dapat dikelola secara maksimal.
Meskipun begitu, desa wisata Baros kecamatan Arjasari ini sudah menjadi salah satu desa wisata terbaik di Indonesia.
Hal itu juga dijelaskan oleh Pemkab Bandung. Karena menjadi desa wisata terbaik, piagam penghargaan tersebut akan diserahkan oleh Direktur Tata Kelola Destinasi Kemenparekraf, Indra Ni Tua yang menjadi wakil Menteri Menparekraf RI Sandiaga Salahuddin Uno.
Walaupun tidak dapat hadir secara langsung, namun Menteri Sandiaga Salahuddin Uno memberikan apresiasinya melewati tayangan video. Ia mengucapkan selamat pada Desa Wisata Baros, karena berhasil masuk ke dalam 75 desa wisata terbaik menuju Indonesia Bangkit 2023.
Sang Menteri tersebut juga memberikan motifasi untuk menjadikan ucapannya sebagai motivasi serta semangat bagi masyarakat Indonesia untuk selalu mengembangkan dan mempromosikan desa wisata yang memiliki berdaya saing, di kelas dunia, dan berkelanjutan untuk Indonesia Bangkit.***