

inNalar.com – Jembatan adalah salah satu infrastruktur yang sangat penting di suatu negara, khususnya di suatu daerah yang memiliki sungai yang besar.
Dengan adanya jembatan, daerah satu dengan lainnya dapat dihubungkan dan perekonomian daerah satu dengan lainnya juga akan stabil.
Di Daerah Istimewa Yogyakarta khususnya, Jembatan Kretek 2 yang menghubungkan antara Desa Tirtohargo dan Desa Parangtritis, dan jembatan ini melintasi Sungai Opak.
Jembatan Kretek 2 ini adalah salah proyek yang penting karena pembangunan Jalur Lintas Selatan tidak akan terhubung tanpa adanya jembatan ini.
Perlu diketahui bahwa Jalur Lintas Selatan adalah salah satu proyek pemerintah dan merupakan bagian dari Jalur Pansela yang menghubungkan Jawa Timur hingga Provinsi Banten melewati selatan Pulau Jawa.
Jembatan Kretek 2 ini terletak di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta yang mulai dibangun pada Januari tahun 2021 lalu.
PT. Hutama Karya bekerja sama dengan PT. Wijaya Karya membangun jembatan ini dengan menggunakan desain jembatan box grinder.
Untuk panjang jembatan yang melintasi Sungai Opak, memiliki panjang sekitar 554 meter dan memiliki lebar 24 meter, jembatan ini terkesan pendek namun juga mewah karena selain ada empat jalur untuk berkendara, juga ada jalur untuk pejalan kaki.
Lalu untuk panjang jalan jembatan yang menghubungkan Desa Tirtohargo dan Desa Parangtritis adalah sekitar 2,6 kilometer.
Jembatan ini dibuka pada 31 Januari 2023 dan diresmikan oleh Presiden Jokowi lima bulan setelahnya yakni 2 Juni 2023 dengan total anggaran pembangunan mencapai Rp 364 miliar.
Presiden Joko Widodo juga mengharapkan bahwa tiga jalur di selatan, utara, dan tengah Pulau Jawa akan melancarkan jalur logistik dan meningkatkan daya saing antar produk.
Banyak manfaat yang didapat dengan adanya Jembatan Kretek 2 ini, salah satunya adalah bagi para warga di Desa Tirtohargo dan Desa Parangtritis yang menjual makanan sehari-harinya omset nya meningkat.
Dan beberapa dirasakan oleh para pengendara, dengan adanya Jembatan Kretek 2 ini jarak tempuhnya semakin cepat, mudah dijangkau, dan aman.
Jembatan ini juga dipasang monumen bajak sawah dan menjadi ciri khas Jembatan Kretek 2 ini, monumen tersebut berbentuk alat bajak sawah berwarna merah dan berfungsi untuk pembatas antara desa satu dengan lainnya.
Monumen tersebut juga dibuat oleh budayawan lokal dengan mengusung konsep Kejawen dan bermakna kerja keras dan selalu bekerja sama.
Jembatan Kretek 2 ini juga disinyalir tahan gempa, karena pada tahun 2006 daerah Opak menjadi sasaran gempa aktif dan menjadi Sesar Opak yang membentang sekitar 40 kilometer dari timur hingga barat daya, Sesar Opak tersebut menjadi rawan gempa.
Namun sebelum pembangunan jembatan ini, Kementerian PUPR mengadakan riset mendalam bersama pakar gempa dan pembangunan tersebut menggunakan material dengan daya tahan gempa.***
(Alif Agusta)