Anggaran 150 Miliar, Bendungan di Kalbar Bisa Tampung 30 Juta m3 Air, Ini yang Terbesar di Sintang

inNalar.com – Kabupaten Sintang merupakan provinsi di Kalimantan Barat yang berbatasan dengan Malaysia di sebelah utara.

Terkenal dengan wisata alam Gunung Kelam yang menjadi bukit batu monolit terbesar di dunia, Sintang dialiri oleh banyak sungai, termasuk Sungai Kapuas dan Melawi.

Lokasinya yang terhimpit oleh sungai membuat Kabupaten Sintang rawan banjir bila musim penghujan tiba.

Baca Juga: Habiskan Dana 1 Triliun, Jembatan Termewah di Kalimantan Barat Ini Didanai Investor China

Menanggapi hal tersebut, pemerintah berencana untuk melakukan program reboisasi di sekitar sungai-sungai besar.

Selain itu, direncanakan juga pembuatan bendungan atau tanggul anti banjir yang berada di Sungai Pinoh.

Bendungan ini rencananya dapat menampung 30 juta meter kubik air, dengan biaya anggaran sebesar 150 miliar Rupiah.

Baca Juga: Panjangnya 189 km, Ruas Tol Lampung ini Pecah Rekor MURI Jadi Yang Terpanjang di Indonesia, Salip Tol Cipali?

Pembangunan ini sendiri telah disetujui oleh pemerintah setempat, dan direncanakan akan rampung pada tahun 2024.

Untuk sementara ini, pemerintah membangun tanggul jangka pendek di sepanjang Sungai Kapuas dan Melawi yang rawan menggenang, dengan panjang 13,2 km.

Tanggul ini sendiri dibagi menjadi tiga tahap pembangunan, di mana tahap pertama memiliki panjang 7,3 km dan diprioritaskan untuk cepat selesai agar dapat melindungi Kabupaten Sintang dari banjir sementara.

Baca Juga: Desa di Swiss Lewat! Kampung di Jawa Timur Ini Suguhkan Keindahan Bak Surga Tersembunyi di Bawah Gunung

Pemilihan lokasi Sungai Pinoh sebagai tempat pembangunan bendungan karena luapan Sungai Kapuas dan Melawi telah jauh berkurang.

Sehingga, pemerintah memilih sungai yang rawan meluap, terutama lokasinya yang memiliki kepadatan penduduk.

Selain Kabupaten Sintang, Bendungan Sungai Pinoh juga diharapkan dapat mengatasi masalah banjir di Kabupaten Melawi.

Sebelumnya, Melawi juga mempunyai bendungan terbesar di Kalimantan Barat yang dibangun pada peninggalan Belanda, namun tidak difungsikan dengan benar dan terbengkalai.

Agar Bendungan Sungai Pinoh dapat memaksimalkan kegunaannya sebagai solusi penanganan banjir jangka panjang, pemerintah juga melakukan pengerukan serta rehabilitasi danau.

Diharapkan, dengan adanya bendungan ini dapat bermanfaat serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.***

Rekomendasi