TPA Pinyungan Tutup, Pemerintah Yogyakarta Siapkan Alternatif Penanganan Sampah

inNalar.com – Pemerintah Yogyakarta menghimbau warga agar tidak bingung dan panik perihal penutupan TPA Piyungan hingga 5 September mendatang.

Pemkot Yogyakarta sudah mempersiapkan strategi untuk menangani problem sampah yang bingung akan dibuang kemana, dan salah satunya dengan mempersiapkan lokasi penanganan sampah sementara.

Wali Kota Yogyakarta bersama Pemerintah Kota setempat menggunakan beberapa strategi salah satunya adalah mencari tempat untuk menangani sampah sementara.

Baca Juga: Mangkrak dan Telan Dana Fantastis, Nasib Tol Senilai Rp 24,6 Triliun di Gilimanuk-Mengwi di Ujung Tanduk

Terdapat empat lokasi yang sudah disiapkan yaitu diantaranya Tempat Pengolahan Sampah 3R (Reduce, Reuse, Recycle) yang berada di daerah Nitikan. Empat lokasi tersebut akan menjadi TPS untuk 40 hari kedepan.

Wali Kota Yogyakarta, Singgih Raharjo menyampaikan bahwa tempat penampungan sampah sementara akan disesuaikan dengan kapasitas di masing-masing lokasi.

Terdapat tumpukan sampah di pinggiran jalan di sekitar Kota Yogyakarta yang sudah diangkut dan diletakkan di TPS yang sudah disiapkan.

Baca Juga: Telan Dana Rp 43.2 Triliun, Pelabuhan Internasional di Jawa Barat Ini Diperkirakan Rampung pada 2027

TPS yang ditutup sekarang akan dibuka kembali seperti TPS Tamansari, Depo Dukuh, Sariloyo, Utoroloyo, Pengok, dan Ngasem. Namun TPS tersebut hanya untuk pembuangan sampah mandiri dari warga dan bukan untuk gerobak pemilah.

Pemkot dan jajaran yang bertanggung jawab akan mengedukasi warga untuk memilah sampah minimal organik dan anorganik, TPS akan dibuka secara bertahap mengikuti siapnya penanganan sampah sementara.

Cara sederhana untuk mengolah sampah organik dengan cara menggunakan ember dengan lodong dapur atau menggunakan biopori, sedangkan untuk sampah anorganik dapat dipilah dan dijual ke pengepul atau bank sampah.

Baca Juga: Pertama di Sulawesi Tenggara! Bendungan Megah di Konawe Ini Habiskan Anggaran Capai Rp 1,4 Triliun

Lalu Wali Kota Yogyakarta akan mengatur dan mengurangi sampah kantong plastik agar sampah anorganik tidak menumpuk terlalu banyak.

Strategi itu sangat efektif dilakukan saat TPA ditutup sementara, dan melihat akan adanya peningkatan wisatawan di akhir pekan ini.

Volume sampah di Yogyakarta sekarang menurun yang awalnya 300 ton per hari pada tahun 2022 dan sekarang hanya 210 ton per hari.

Penurunan volume sampah tersebut tidak akan berhasil jika sebelumnya Pemkot Yogyakarta tidak melakukan gerakan bank sampah, zero sampah anorganik, dan pengelolaan sampah mandiri.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup atau DLH Kota Yogyakarta mengharapkan untuk tahun ini gerakan-gerakan tersebut dapat mengurangi sampah hingga 100 ton per hari.

DLH Kota Yogyakarta akan menggandeng pihak swasta pengolah sampah agar mendistribusikan residu sampah plastik.***

(Alif Agusta)

Rekomendasi