Dijuluki Terpanjang se-Kalimantan Utara, Tol Mewah Penghubung Kaltara-Kaltim Ini Bolak-Balik Macet Anggaran

inNalar.com – Pulau Kalimantan memiliki letak geografis yang didominasi oleh hutan dan kebun, sehingga pembangunan tol di sana tidak selancar
Pulau Jawa dan Sumatera.

Namun, dengan adanya rencana perpindahan ibukota Indonesia ke Kalimantan Timur, maka jalur tol di Pulau Borneo akan dikembangkan untuk memudahkan akses menuju ibukota baru.

Sebelumnya, sudah dibuat tol yang menjadi penghubung Samarinda dan Balikpapan dengan anggaran sebesar 9 triliun.

Baca Juga: Bikin Melongo, Inilah Dua Sosok Orang Terkaya Asal Makassar, Nomor 1 Memiliki Kekayaan Rp 10 Triliun!

Pemerintah juga sudah meresmikan pembuatan tol yang berbiaya 4,8 triliun dengan jalur Bengkulu-Taba.

Melihat semakin dekat masa rampung untuk proyek pembangunan IKN di Kalimantan Timur, pemerintah pun berencana membangun tol lain.

Dilansir dari diskominfo.kaltaraprov.go.id, salah satu ruas tol yang direncanakan adalah Tol Tanjung Selor-Tanjung Redep sebagai penghubung Kalimantan Utara dengan Kalimantan Timur.

Baca Juga: Bukan di Medan! 5 Jembatan Terpanjang se Pulau Sumatera Ini Sangat Legendaris, Nomor 2 Rugi Rp 30 Miliar

Perencanaan pembuatan tol ini bermaksud untuk mempermudah jalan darat Kabupaten Berau menuju Kabupaten Bulungan, di mana kedua wilayah berjarak 70 km.

Sulitnya tingkat medan membuat perjalanan biasa menghabiskan waktu semalaman agar dapat sampai ke tujuan. Sehingga tol ini diharapkan dapat mempermudah aksesibilitas warga setempat.

Tol ini juga direncanakan akan terhubung dengan Kota Baru Mandiri (KBM), bandara, serta pelabuhan yang berlokasi di ibukota Kalimamantan Utara.

Baca Juga: Gua Ratusan Tahun Terpendam di Bawah Mushola, Mojokerto Bikin Geger Warga Jawa Timur

Rencananya sendiri sudah dimatangkan dengan pertemuan dua gubernur dari masing-masing provinsi dengan target pembuatan tahun 2022.

Akan tetapi, pembangunan tol ini tidak kunjung direalisasikan karena adanya hambatan dalam mencari anggaran.

Pembangunan tol sendiri membutuhkan biaya yang fantastis, mengingat Presiden Joko Widodo pernah menyampaikan dapat menghabiskan 90 milliar per kilometernya.

Pemerintah juga masih memilah investor-investor yang dapat memberikan keuntungan dalam perkembangan ekonomi Indonesia.

Hal inilah yang membuat pembangunan berbagai infrastruktur di berbagai belahan Kalimantan masih dalam perencanaan, mengingat pemerintah masih berfokus pada pembangunan IKN.

Namun, pemerintah daerah akan mengusahakan pembuatan tol untuk memajukan Kalimantan sehingga dapat mendongkrak bisnis di provinsi tersebut.***

Rekomendasi