

inNalar.com – Kekayaan alam Indonesia terus menyimpan banyak misteri.
Pasalnya, Indonesia memiliki ribuan keindahan alam yang belum terpecahkan.
Salah satu misteri alam yang baru-baru ini menghebohkan publik adalah penemuan tembok raksasa di dasar laut Papua.
Penemuan misterius ini menyerupai dinding raksasa yang memiliki tinggi hingga 1.860 meter.
Dengan begitu, publik menamainya sebagai jayapura Wall.
Penemuan tembok ini berada di laut lepas tak jauh dari posisi Ibu Kota Papua.
Baca Juga: Khutbah Jum’at Singkat Tema Kemerdekaan 17 Agustus
Lebih jauh, titik koordinat tembok ini berada pada bagian utara pulau Papua, lebih tepatnya area samudera Pasifik.
Tak tanggung-tanggung, Tembok Raksasa ini memiliki panjang 110 Kilometer dengan lebar sebesar 2.700 meter.
Dilansir dari akun youtube jelajah bumi, para pakar mengatakan bahwa tembok raksasa ini diperkirakan ada pada masa sebelum es mencair.
Beberapa orang percaya, bahwa tembok ini berhubungan dengan bangunan-bangunan kuno di dasar laut beberapa ratus tahun silam.
Tetapi, melihat struktur bangunan yang begitu mewah nan tinggi menjulang, para pakar mengatakan bahwa tidak mungkin tembok raksasa ini dibangun oleh peradaban manusia.
Mengapa begitu?
Pengetahun umum menyebutkan, bangunan tertinggi saat ini adalah menara dubai yang memiliki tinggi hanya 828 meter.
Sementara, tembok raksasa di bawah laut papua memiliki ketinggian hingga 1860 meter.
Apakah masuk akal jika tembok raksasa dibawah laut dibangun oleh peradaban manusia di tempo lalu?
Mengingat lokasi yang lebih sulit dan bahkan peralatan yang belum canggih?
Robin osborne dalam bukunya “the guerilla strugle in irian jaya” mengatakan bahwa Papua merupakan surga yang sempat hilang.
Konon katanya, dahulu kala ada sebuah peradaban yang amat maju di Papua meskipun terisolir di tengah hutan belantara.
Penduduk yang dikatakan sebagai bangsa antara ini memiliki sifat pekerja keras extra dan membangun tembok raksasa di bawah laut Papua.
Atau mungkin tembok raksasa itu adalah tembok peninggalan peradaban atlantis yang digadang-gadang menjadi nusantara sekarang ini?
Bagaimana menurutmu? ***
(Febi Komala Dewi)
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi