Telan 10 Triliun, LRT Pertama di Bali akan Bekerja Sama dengan DKI Jakarta? Ada Jalur hingga Pantai Sanur Loh

inNalar.com – Belum lama ini tengah ramai diperbincangkan dengan adanya transportasi umum Light Rail Transit (LRT) di Jakarta.

Tidak mau ketinggalan, Provinsi Bali juga akan membangun LRT pertamanya sebagai transportasi umum untuk mengatasi kemacetan disana.

Sebenarnya pemerintah Bali telah memiliki rencana pembangunan LRT ini semenjak tahun 2020 kemarin.

Baca Juga: Ditemukan Bunker Puluhan Tahun di Bawah Bangunan Milik Warga Jawa Timur, Kedalaman Capai 15 Meter!

Dengan adanya transportasi umum LRT, maka diharapkan tingkat kemacetan di Bali dapat berkurang.

Pasalnya, penggunaan kendaraan pribadi di Bali akhir-akhir ini mulai meningkat sehingga mengakibatkan kemacetan, terutama di wilayah kota seperti Denpasar.

Jadi dengan diadakannya transportasi umum berbasis rel seperti LRT, maka merupakan salah satu pemecahan masalah dari macet karena mampu mengangkut penumpang lebih banyak dibandingkan dengan sarana transportasi umum lainnya.

Baca Juga: Bak lukisan, Kampung di Jawa Barat Ini Selalu Ramai Wisatawan karena di Bawah Curug

Berdasarkan dari laman resmi Dishub Bali, operasi LRT di Bali nantinya akan melalui shuttle train yang dibangun di bandar udara (bandara) hingga menuju ke properti PT AP1 yang terletak di Depan Hotel Jineng.

Diketahui rancangan dari Shuttle ini akan melalui jalur bawah tanah yang melintasi Kuta, dengan memiliki panjang lintasan sejauh 5,4 km.

Di sisi barat, rancangan dari jalur LRT di Bali tersebut akan melewati Legian, Seminyak, Canggu, Puspen Badung, hingga ke Mengawi.

Baca Juga: Warga Desa Manduro Keturunan Majapahit Di Jombang Berbahasa Madura, Siapa Mereka?

Adapun dari sisi timur, LRT dari daerah Jineng akan menuju ke Imam Bonjol, Teuku Umar, Renon, hingga tiba di Sanur.

Dengan anggaran yang diperkirakan sebanyak 10 triliun, maka LRT di Bali ini akan memiliki panjang 9,46 km.

Dilansir dari Innalar.com dari sumber terpercaya, Wayan Koster selaku Gubernur Bali diketahui sudah menjalin kerja sama dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terkait pembangunan pada LRT.

Dari hasil kerja sama tersebut, maka sang gubernur Bali itu menargetkan konstruksi LRT dapat dimulai pada tahun 2025.

Berdasarkan penjelasan I Gde Wayan Samsi Gunarta selaku Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Bali, ia menerangkan jika kerja sama antara provinsi Bali dengan DKI Jakarta merupakan bentuk kerja sama dari saling bertukar pengalaman serta pendampingan.

Proyek awal dengan melewati 3 wilayah ini sudah berdasarkan kajian.

Sedangkan wilayah tersebut yang disebutkan adalah Bandara Ngurah Rai, Kuta, dan wilayah Seminyak.

Seperti yang telah dijelaskan di atas, target konstruksi dari LRT di Bali ini akan dilakukan di tahun 2025.

Karena itu pemerintah Bali menargetkan dari pembiayaan hingga persiapan pembangunan dapat selesai di tahun 2024.***

Rekomendasi