

inNalar.com – Adanya embun upas merupakan bagian fenomena alam yang ada di daerah sekitar Gunung Bromo, sebagai pertanda akan masuknya musim kemarau. Desa Ranupani Lumajang, menjadi salah satu daerah terdampak embun upas.
Fenomena embun upas akan lebih sering dijumpai pada bulan Juli hingga Agustus. Embun yang nampak seperti butiran es ini hanya akan terlihat pada pagi hari saja.
Desa Ranupani sudah terkenal menjadi destinasi wisata bagi siapa saja yang hendak menikmati keindahan Gunung Bromo dan Gunung Semeru. Didukung letak Desa Ranupani yang strategis.
Di sebelah Utara berbatasan dengan Kabupaten Malang, sebelah Timur adalah Desa Ngadas yang tepat di kaki Gunung Semeru, Sebelah Selatan Desa Burno Kabupaten Lumajang, dan di sebelah Barat terdapat Taman Nasional Bromo Tengger.
Letaknya yang diapit oleh dua gunung, membuat Desa Ranupani Lumajang memiliki suhu yang dingin. Suhu dingin tersebut mengakibatkan munculnya fenomena embun upas, sehingga terjadinya pengkristalan air embun menjadi seperti kristalan salju.
Menurut warga sekitar Ranupani, puncak terjadinya embun upas hanya berlangsung di Bulan Juli dan Agustus. Sedangkan pada tahun 2022 embun upas terjadi hingga Bulan September. Fenomena ini bisa berubah-ubah seiring dengan tingkat suhu disekitar.
Di Indonesia, fenomena embun upas juga terjadi di Dataran Tinggi Dieng Banjarnegara Jawa Tengah. Tepatnya di sekitar Candi Arjuna dan Dharmasala
Suhu dingin di pagi hari membuat embun berubah menjadi kristalan salju. Kristalan-kristalan tersebut terlihat menempel pada dedaunan dan rumput di sekitar.
Fenomena embun upas juga terjadi di lereng Gunung Bromo. Banyak wisatawan berburu pasir salju untuk bisa merasakan sensasi dingin dan keindahan fenomena tersebut.
Namun sayangnya keindahan tersebut tidak bertahan cukup lama. Pengkristalan embun hanya dapat kita saksikan pada pagi hari, seiring munculnya matahari maka kristal salju akan mencair.
Bagi kalian yang tertarik untuk melihat keindahan salju di Lumajang ikuti tips berikut,
1. Gunakan pakaian tebal
Suhu dingin yang bisa mencapai 0 derajat Celcius akan membuat tubuh kedinginan. Sehingga untuk mencegah terjadinya hipotermia maka diperlukannya baju yang cukup tebal.
2. Cukupi kebutuhan cairan tubuh
Suhu dingin yang menyebabkan terjadi embun upas, membuat suhu di sekitar dingin dan kering sehingga dapat menyebabkan dehidrasi tubuh. Untuk mencegahnya, perhatikan asupan cairan dan tidak lupa membawa minuman yang sesuai.
3. Jangan datang terlalu siang
Pengkristalan embun hanya terjadi apabila suhu di sekitar dingin. Apabila matahari mulai naik, maka kristalan tersebut akan mencair. Sehingga kurang menarik lagi, jadi usahakan datang pada pagi hari sekitar pukul 5 pagi.
4. Jangan lupa membawa kamera
Keindahan salju putih yang melekat di dedaunan dan rumpu sekitar, sangat perlu diabadikan. Karena fenomena embun upas hanya terjadi satu tahun sekali.*** (Lailatur Rofidah)