Daerah Kecil di Nusa Tenggara Barat Ini Simpan Segudang Sejarah, Bisa Tebak?


inNalar.com-
Menjadi kota tertua di Nusa Tenggara Barat, membuat hampir keseluruhan bangunan di desa ini bergaya heritage tradisional ala Belanda. 

Kecamatan Ampenan yang berada di wilayah Pulau Lombok, Kota Mataram ini memiliki luas wilayah sekitar 9,46 km² yang dekat dengan bibir pantai pulau ini. 

Kota ini dijuluki sebagai kota tua di Mataram karena memiliki banyak kisah sejarah Belanda serta memiliki peran sangat penting di kota yang terkenal akan keindahan Gili Trawangan ini. 

Baca Juga: Pendapatan Capai Rp 36,19 Triliun, Ini Rahasia Riau Jadi Daerah Paling Cuan se-Indonesia

Ampenan disebut kota tua karena terdapat beberapa faktor dari peradaban masalalu di zaman Belanda. Tak heran jika saat berkunjung di desa ini akan menemukan banyak bangunan-bangunan dengan gaya tradisional. 

Berikut ini beberapa faktor yang mempengaruhi julukan Ampenan sebagai kota tua. 

Ampenan menjadi satu-satunya awal mula pemukiman yang berada di Pulau Lombok ini dan dicerminkan oleh bangun-bangun di wilayah ini. 

Baca Juga: 65 Km dari Denpasar, Penduduk Desa Terpencil di Bali Ini Punya Kebiasaan Unik Turun-Temurun dari Nenek Moyang

Selanjutnya yakni pusatnya sejarah perdagangan yang berada di daerah ini. Pada abad ke-17, Ampenan menjadi salah satu pusat pentingnya perdagangan di masa lalu.

Bahkan terdapat banyak kapal-kapal yang datang dari berbagai wilayah seperti Tiongkok dan Eropa. Ini terjadi karena Ampenan memiliki letak yang strategis di pesisir laut Lombok. 

Berikutnya berupa pengaruh budaya di Kota Tua Ampenan. Karena menjadi pusat perdagangan, daerah ini juga menjadi sebuah tempat yang mempertemukan banyak budaya lokal maupun luar. 

Baca Juga: Panjangnya Capai 800 Km, Sungai Keruh Seolah Tak Terawat di Jambi Ini Pecahkan Rekor se-Sumatera Lho

Sehingga tak heran jika kini penduduk di Ampenan memiliki banyak berbagai macam suku seperti, Suku Bugis, Sasak, Bali, Arab, hingga Tionghoa. 

Lalu Ampenan menjadi sebuah perkembangan kota yang pesat di era modern ini. Namun itu tidak membuat daerah ini lengah dalam mempertahankan ciri-ciri khas kota tuanya. 

Jadi para masyarakat sekitar akan tetap dapat mengetahui sejarah Kota Ampenan dan mempelajari warisan budaya kita ini. 

Oleh karena itu, para masyarakat sekitar menjaga serta melestarikan sejarah di kota yang menjadi pusat perdagangan di masa lalu. *** (Fildatul Hammi)

Rekomendasi