Ciri-Ciri Uang Kertas Kuno yang Digunakan Hindia Belanda Sebelum Indonesia Merdeka

inNalar.com – Inilah uang kuno nominal Rp 5 bergambar wayang orang yang dinamakan sebagai Gulden Hindia Belanda, diterbitkan sebelum Indonesia merdeka.

Dalam bahasa Melayu dan Jawa “Gulden” memiliki arti “Rupiah”.

Kertas yang berumur hampir satu abad tersebut memiliki ciri ciri uang kuno yang bagian depan nya bergambar pelakon wayang orang, dan bagian belakang tertulis tulisan dalam empat bahasa.

Baca Juga: Disebut Peninggalan Belanda, Kampung Unik di Jawa Timur Ini Terbiasa 19 Jam Tanpa Matahari

Bahasa yang tertulis di antaranya ada bahasa Jawa, Arab, Belanda dan Cina.

Lembaran kertas kuno bernama Gulden Hindia Belanda ini diterbitkan pertama kali pada tahun1933 sampai 1939.

Dari yang nominalnya seharga Rp 5 per lembarnya kini gulden Hindia Belanda memiliki harga jual sebesar Rp 800.000 per lembarnya.

Baca Juga: Perhatikan Cara Berikut Untuk Merawat Uang Kuno Agar Awet dan Tidak Mudah Rusak, Simak di Sini

Duit kuno ini dibuat pada saat Indonesia belum merdeka, dan masih dibawah jajahan belanda.

Saat itu di bawah kolonialis, Dejavasche Bank atau bank penerbit uang kertas digunakan Hindia Belanda untuk mengedarkan duit tersebut.

Alat pembayaran yang saat itu digunakan adalah Gulden yaitu mata uang belanda yang beredar dari abad ke-17 hingga 2002 sebelum digantikan oleh euro.

Baca Juga: Kampung Galon di Cianjur, Jawa Barat ini Dikelilingi Pelangi! Desa Sejukkan Mata dan Anti Banjir

Di Indonesia, Belanda menggunakan unsur budaya lokal seperti wayang di mata uang gulden tersebut.

Alasan Belanda ingin memasukan unsur budaya lokal ke Gulden Hindia Belanda adalah sebagai daya tarik wisatawan di Eropa agar mau mengunjungi wilayah nusantara khususnya Indonesia.

Selain itu kenapa unsur budaya Jawa yang dipilih? karena orang-orang Eropa lebih familiar dengan budaya jawa berkat catatan penguasa sebelumnya.

Baca Juga: Koin Kuno Bergambar Kelapa Sawit Sukses Menarik Minat Kolektor Dibanderol Rp100 Juta

Alasan lainnya kenapa budaya Jawa seperti wayang orang yang disisipkan dalam gambar ini adalah saat itu pemerintahan Hindia-Belanda tengah mempromosikan wisata kebudayaan yang ada di pulau Jawa.

Sebagai informasi selain duit Rp 5 ini, Belanda juga menerbitkan nominal uang versi lain yang memiliki tema sama yaitu bergambar wayang orang.

Nominalnya mulai dari 10, 25, 50, hingga 100. Bahkan lembaran kuno 200, 500, dan 1000 Gulden pun ada.

Baca Juga: Link Live Streaming Timnas Indonesia vs Laos Piala AFF 2024 Gratis Siaran Langsung RCTI Hari Ini 12 Desember 2024

Diantara semua jenis nominal uang tersebut yang paling banyak ditemukan oleh masyarakat adalah pecahan 5 hingga 25 Gulden.

Sedangkan pecahan di atas 25 Gulden umumnya digunakan untuk transaksi atau pembayaran sebuah proyek instasi atau kegiatan proyek ekspor impor. ***