

inNalar.com – Pelabuhan merupakan infrastruktur fasilitas transportasi yang cukup penting bagi sebuah wilayah.
Apalagi wilayah tersebut merupakan daerah pesisir yang mengharuskan menerima atau mengirim barang logistik untuk kebutuhan di suatu daerah.
Di Provinsi Jambi terdapat sebuah proyek pelabuhan yang pembangunannya mangkrak hingga kini.
Pelabuhan tersebut bernama Pelabuhan Ujung Jabung yang berlokasi di di Kecamatan Sadu, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Provinsi Jambi.
Pelabuhan Ujung Jabung di Jambi ini merupakan salah satu pelabuhan yang masuk dalam Rencana Induk Pelabuhan Nasional atau RIPN KP. 432 Tahun 2017.
Pembangunan pelabuhan Ujung Jabung ini nantinya akan difungsikan untuk menbopong Kawasan Industri Ujung Jabung dengan produk utama CPO atau Curah cair.
Baca Juga: Habiskan Rp 411,7 Miliar! Jambi Akhirnya Akan Miliki Stadion Megah, Termewah se-Sumatera?
Pelabuhan Ujung Jabung ini sebenarnya nantinya akan dikembangkan untuk melayani muat curah cair jangka pendek yakni tahun 2017 hingga 2021.
Tak hanya itu, pelabuhan Ujung Jabung ini juga akan digunakan untuk bongkar muat curah kering atau batubara jangka menengah dan jangka panjang yakni pada tahun 2022 hingga tahun 2037.
Proyek pelabuhan Ujung Jabung di Jambi ini mulai pembangunan pada tahun 2014 silam dan terhenti di tahun 2019.
Hingga saat ini, proyek pelabuhan Ujung Jabung masih belum jelas kelanjutannya.
Padahal, proyek pelabuhan Ujung Jabung di Jambi ini dianggarkan dengan biaya yang fantastis yakni mencapai Rp600 Miliar.
Terakhir kali pada tahun 2022 lalu, Budi Karya Sumadi selaku Menteri Perhubungan menyampaikan bahwa proyek pelabuhan Ujung Jabung ini bukan lagi menjadi prioritas nasional.
Hal tersebut membuat KPK buka suara terkait mangkraknya proyek senilai Rp600 Miliar tersebut pada tahun 2023 ini.
Melalui Kedeputian Koordinasi dan Supervisi, KPK meminta Pemerintah Provinsi Jambi untuk menuntaskan Pembangunan Pelabuhan Ujung Jabung dan pengamanan aset daerah berwujud sertifikasi aset tanah.
Hal tersbeut sangat diperlukan guna menghindari potensi kerugian negara sekaligus menutup celah korupsi.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi