

inNalar.com – Sulawesi Selatan hingga saat ini memiliki kekentalan dalam budaya mereka hingga turun temurun.
Tidak heran jika daerah Sulawesi Selatan memiliki benda-benda peninggalan yang masih dijaga hingga sekarang.
Perkampungan unik di Sulawesi Selatan ini dihuni oleh Suku Bugis yang mayoritas penduduknya beragama islam.
Baca Juga: Danau di Jambi Ini Bak Kristal Mengkilau, Lokasinya Pelosok Tak Jarang Orang Tahu
Bahkan perkampungan ini berada di bawah gunung yang terletak di perkampungan Tombobulu yang berada di kecamatan Bulupoddo.
Perkampungan adata ini memiliki nama perkampungan Karampuang, awal mula berdirinya perkampungan ini adalah kemunculan sosok misterius dari atas bukit yang dikenal oleh dengan nama Batulappa.
Bahan awal mula perkampungan tersebut ada wilayahnya dikelilingi oleh lautan dan juga pulau-pulau yang mengitari daratan tersebut sehingga perkampungan ini berada di tengah-tengah laut.
Daratan ini muncul dari lautan yang dikenal dengan sebutan tempurung, bahkan menurut cerita penduduk perkampungan tersebut merupakan sebuah tempat pertemuan antara 2 raja.
Pertemuan bersejarah pada zaman dulu antara 2 raja yaitu Raja Bone dengan Raja Gowa yang terlibat sehingga membentuk perkampungan yang berada di dalam hutan letaknya di bawah gunung Sulawesi Selatan.
Uniknya terdapat bangunan raja sebagai tempat tinggal yang memiliki nama (Tomatoa) dan ada juga bangunan untuk rumaha menteri yang bernama (Gella).
Baca Juga: Habiskan Rp 600 Miliar, Mega Proyek di Jambi Ini Mendadak Mangkrak dan Jadi Sorotan KPK
Rumah Gella atau seorang perdana menteri awalnya berada dibawah kaki gunung yang memiliki jarak sekitar 50 km dari atas gunung, rumah tersebut awalnya memiliki 3 tiang untuk menyangga rumah tersebut.
Tetapi rumah perdana menteri atau Gella tersebut mengalami kebarang sehingga Puang gella harus mendirikan rumah lagi.
Uniknya rumah tersebut memiliki tiang seperti Al-Quran yaitu 30 juz sehingga rumah Puan Gella tersebut dibangun memiliki tiang hingga mencapai 30.
Dan memberikan lima tiang di dalam rumah Puan Gella tersebut membnagun sesuai anjuran yang ada di agama islam.
Karena agama islam memiliki lima tiang yaitu Rukun Islam, tidak hanya lima tiang saja tetapi bangunan rumah tersebut memiliki 5 jendela.
Bahan untuk membangun rumah ini harus mengambil kayu dari hutan, pengambilannya juga harus menggunakan upacara adat terlebih dahulu tidak boleh langsung mengambil sesuka hati.***