Gunung Bawah Laut Setinggi 2.300 Meter Ditemukan di Pacitan, Jawa Timur, Bisa Picu Tsunami?


inNalar.com – 
Semua orang pasti pernah mendengar tentang keberadaan dari gunung.

Tapi untuk jelasnya, gunung sendiri terbagi menjadi dua, yaitu gunung daratan dan gunung bawah laut.

Sedangkan kemarin, sempat ramai diberitakan jika baru saja ditemukannya gunung bawah laut di Pacitan, Jawa Timur.

Baca Juga: Perkampungan Unik di Tengah Laut Sulawesi Selatan Ini Simpan Benda-Benda Antik Peninggalan Kerajaan

Sekedar informasi, salah satu bahaya dari meletusnya gunung berapi di bawah laut adalah terjadinya potensi tsunami.

Perlu diperhatikan, potensi dari tsunami itu pun juga dinilai dari besarnya erupsi yang terjadi pada gunung bawah laut tersebut.

Jadi tidak perlu khawatir jika memang didapati di laut Indonesia memiliki gunung bawah laut.

Baca Juga: Tidak Disangka, Ternyata Nama Daerah di Lampung ini Diambil dari Nama Orang

Karena Indonesia sendiri diketahui memiliki 11 gunung api bawah laut, yang salah satunya adalah di Pacitan, Jawa Timur.

Adapun yang melaporkan adalah Badan Informasi Geospasial (BIG), tentang penemuannya mengenai Gunung bawah laut di Pacitan.

Berdasarkan laporannya, diketahui jika ketinggian dari gunung bawah laut itu setinggi sekitar 2.300 meter.

Baca Juga: 3 Mall Termewah di Jawa Timur Ini Luasnya Bisa Bukan Main, Siap-Siap Bakal Kesasar Kalau Berkunjung

Sedangkan penyebab dari terciptanya gunung bawah laut itu diperkirakan disebabkan dari adanya tumbukan lempeng Indo-Australia yang terletak di Samudera Hindia.

Untuk sementara, gunung bawah laut yang ditemukan di Pacitan itu disarankan untuk memiliki nama Giri Salam.

Diketahui jika gunung bawah laut tersebut memiliki ketinggian sekitar 2.200 meter, sedangkan Puncak dari gunung itu berada di kedalaman 3.800 MDPL.

Akan tetapi setelah diteliti lebih lanjut oleh pakar dari ITB,, sebenarnya gunung bawah laut itu sudah pernah ditemukan dulu di tahun 2006.

Berdasarkan jurnal yang terbit pada tahun 2006 berjudul “The Java margin revisited: Evidence for subduction erosion off Java”, dijelaskan jika dalam jurnal itu terdapat lima sampai 10 tonjolan bawah laut yang mirip di sekitaran daerah gunung bawah laut Pacitan yang baru ditemukan.

Sedangkan gunung bawah laut yang baru ditemukan itu ada di dalam jurnal tersebut, dan berada di nomor 4.

Dilanjutkan kembali, pakar dari ITB juga menjelaskan dari potensi gunung api yang ada di Pacitan itu tidak sama layaknya gunung api aktif yang lain di Pulau Jawa.

Alasannya, karena lempeng yang masuk pada gunung tersebut masih masuk dalam kategori dangkal, yaitu 10-15 km

Menurutnya, Kedalaman ideal dari lempeng samudera yang meleleh adalah di kedalaman 120-180 km layaknya gunung-gunung lain di Pulau Jawa.

Rekomendasi