Dulunya Jadi Tempat Penemuan Emas Pertama di Indonesia, Daerah Tambang di Banten Ini Mendadak Berubah Total


inNalar.com –
Tambang emas adalah salah satu sumber daya alam penting yang dihasilkan oleh Indonesia.

Sebagai pemilik sejumlah tambang emas di berbagai wilayah, tambang emas berperan penting dalam perekonomian Indonesia.

Indonesia memiliki sejarah pertambangan emas yang sangat panjang, bahkan sejak zaman prasejarah.

Baca Juga: Ini Satu-satunya Desain Rumah di Sumatera Barat yang Tahan Gempa Bumi, Pembangunannya Padahal Tanpa…

Peninggalan-peninggalan arkeologi menunjukkan bahwa pertambangan emas telah dilakukan oleh masyarakat kuno di Nusantara.

Pada masa modern, pertambangan emas secara besar-besaran baru dimulai pada awal abad ke-19 dengan kehadiran perusahaan tambang asing.

Tambang emas di Indonesia tersebar di berbagai pulau dan daerah. Mendengar kata tambang emas, pasti yang terpikirkan di benak adalah Papua sebagai penghasil emas terbesar di Indonesia, bahkan dunia.

Baca Juga: Telan 4,3 Triliun, Bandara Baru di Kalimantan Barat Ini Jadi Langkah Pembuka Sektor Pariwisata Singkawang

Namun, sebelum Papua dijadikan tempat penambangan terbesar seperti saat ini, ternyata dulunya ada tambang emas pertama di Pulau Jawa.

Dilansir inNalar.com dari kanal YouTube @ruangbumiofficial, tambang emas ini menjadi tempat penemuan emas pertama di Indonesia yang berada di Banten.

Berbeda dengan Lebong Donok yang dijadikan tambang emas pertama di Indonesia pada tahun 1899, tambang emas di Banten ini ditemukan pada 1839.

Baca Juga: Inilah 3 Universitas Terbaik di Jambi yang Dilengkapi Fasilitas Mewah, Circle-nya Para Sultan

Penemunya adalah geologi Belanda yang berlokasi Cikotok, Kabupaten Lebak, Banten, kemudian ditambang pertama kali pada 1939.

Tambang ini menghasilkan 47 ribu ton biji basah emas per tahun dari data 1997, hingga ditutup pada tahun 2016 oleh PT Antam (Persero) Tbk.

Kini tempat ini menjadi destinasi wisata dengan sederet peninggalan dari masa kejayaan tambang emas pertama dan terbesar di Indonesia.

Pengunjung dapat melihat dan menyentuh langsung beberapa mesin pengolahan emas serta bangunan seperti rumah dinas warga Belanda pada masa lalu.

Di lokasi ini juga terdapat tempat duduk yang terbuat dari bebatuan, menawarkan pemandangan alam yang indah, termasuk keindahan laut selatan.

Tempat ini merupakan kesempatan bagi pengunjung untuk memahami sejarah tambang emas Indonesia yang terkenal hingga mancanegara.

Selain itu, tempat ini dapat dijadikan contoh pertambangan dalam rangka mengedukasi generasi muda tentang pentingnya sektor pertambangan bagi negara.

Walaupun belum dibuka secara umum, tempat wisata ini telah banyak dikunjungi, dan warga berharap agar segera dapat dibuka untuk umum.

Dengan begitu pelajar dan mahasiswa juga dapat memperoleh ilmu mengenai proses pengolahan tambang menjadi perhiasan emas dari Lebak, Banten.***

Rekomendasi
REKOMENDASI UNTUK ANDA [Tutup]