

inNalar.com – Perkampungan terkenal dengan lingkungannya yang asri, ramai, dan warganya yang hidup rukun.
Meski begitu, tidak semua kampung memiliki akhir bahagia dan banyak pula yang ditinggalkan oleh penduduknya karena beberapa faktor.
Salah satu faktor ditinggalkannya sebuah kampung adalah karena relokasi pembuatan bendungan.
Selain membutuhkan biaya yang besar, pembangunan bendungan ternyata memiliki imbas terhadap kampung-kampung kecil di sekitarnya.
Pada tahun 2015, Pemerintah Provinsi Banten berencana untuk mengonstruksi bendungan terbesar senilai 1 triliun.
Pembuatan bendungan ini tentunya membutuhkan wilayah yang sangat luas, termasuk kampung-kampung kecil yang akan ditenggelamkan.
Baca Juga: Raih Akreditasi A dari Perpusnas, Perpustakaan di Riau Ini Saingi Jakarta, Termegah di Indonesia?
Adapun imbas dari relokasi ini yaitu Kampung Cibolang dan Susukan, berlokasi di wilayah Desa Bungur Mekar, Kecamatan Sajira, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten.
Dilansir inNalar.com dari kanal YouTube @JejakBangIra, kedua kampung ini menjadi ‘mati’ karena sudah ditinggalkan oleh penduduknya.
Mereka telah beralih ke tempat lain karena kampung tersebut rencananya akan ditenggelamkan untuk pembuatan Waduk Karian.
Sebagian besar rumah-rumah di kampung ini tak berpenghuni, terhitung sekitar 200-400 rumah yang kosong karena penduduknya telah direlokasi.
Bahkan, beberapa rumah yang terbengkalai sudah dibongkar sebagian, termasuk atap dan dindingnya.
Namun siapa sangka, kampung ini masih ditinggali oleh beberapa keluarga yang menempati Kampung Karian.
Diketahui, terdapat 4 keluarga yang masih bertahan menghadapi kesulitan karena belum ada ganti rugi dari pemerintah untuk relokasi.
Padahal, suasana di kampung mati ini terasa sepi, dingin, dan terkadang menyeramkan, terutama di malam hari.
Pengambilan gambar dilakukan pada sore hari pun membuat suasana semakin menantang, terutama saat menjelang malam.
Keluarga-keluarga itu bahkan sempat menemukan ular kobra yang kerap muncul di malam hari.
Ditambah lagi, mereka juga sering kali mendapat pengalaman mistis dengan mendengar suara-suara aneh seakan-akan kampung tersebut masih berpenduduk.
Meski mereka nekat bertahan di tempat ini, sayangnya keluarga ini menghadapi kendala dalam aktivitas sehari-hari, seperti kesulitan transportasi dan akses ke fasilitas umum.
Harapan besar agar pemerintah dapat segera mengevaluasi situasi dan membantu relokasi keluarga yang masih tinggal di kampung mati ini.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi