
inNalar.com – Nafas segar bagi dunia tambang emas Indonesia. Pasalnya setelah 16 tahun dikuasai asing, perusahaan tambang di Nusa Tenggara Barat ini berhasil diakuisisi dari perusahaan terbesar di dunia.
PT. Amman Mineral Nusa Tenggara (PT AMNT) sebagai perusahaan induk pertambangan berhasil mengambil alih tambang emas di Sumbawa, Nusa Tenggara Barat dari perusahaan tambang terkemuka dunia.
Butuh waktu 16 tahun sejak tahun 2000 hingga 2016 untuk PT AMNT mengambil alih usaha tambang ini dari Newmont.
Baca Juga: Inilah Kriteria Uang Bernomor Seri Cantik, Harganya di Kalangan Kolektor Bisa Tembus Fantastis
Dilansir dari newmont.com, Perusahaan Newmont adalah perusahaan tambang emas terkemuka di dunia dan juga produsen tembaga, perak, seng, dan timbal.
Tidak hanya itu, Newmont juga menjadi satu-satunya produsen emas yang terdaftar dalam Indeks S&P 500 dan dikenal dengan praktik berprinsip ESG.
Namun pada tanggal 30 Juni 2016, Gary Goldberg selaku Presdir Newmont Mining Corporation menyampaikan bahwa Newmont menjual kepemilikan saham tambang emas ini.
Baca Juga: 3 Cara Membedakan Uang Koin Kuno Asli dan Palsu dengan Mudah, Kolektor Pemula Wajib Tahu!
Hal ini dilakukan untuk memangkas utang, mendanai proyek dengan keuntungan tinggi, dan menciptakan nilai tambah untuk para pemegang sahamnya.
Namun terdapat sumber lain yang mengatakan bahwa PT NNT memang telah berada di fase terakhir untuk proyek Batu Hijau di Nusa Tenggara Barat ini. Hal tersebut didasari pada dokumen studi kelayakan tahun 1996.
Pada fase yang sama, PTNNT memiliki banyak tanggung jawab berat lain. Seperti membangun smelter, menyelesaikan sisa divestasi sebesar 7%, konversi Kontrak Karya, dan penciutan wilayah dari yang sebelumnya 87.540 ha menjadi 25.000 ha.
Baca Juga: Unik, Uang Bernomor Seri Tanggal Kemerdekaan Indonesia Jadi Buruan Kolektor Tajir
Ditambah lagi dengan penerapan kewajiban keuangan sesuai prevailing law. Hal ini diperparah dengan turunnya tren harga komoditas tembaga di pasar dunia.
Setelah PT. Amman Mineral Nusa Tenggara (PT AMNT) mengakuisisi PT NNT setelah 16 tahun dipegang oleh asing, tentu ini menjadi hal menarik.
Bagaikan kejutan besar karena ternyata pengusaha Indonesia mampu mengambil alih aset tambang milik salah satu perusahaan terbesar di dunia.
Transaksinya pun tidak main-main karena nilainya mencapai US$22,6 milyar atau saat itu setara dengan Rp33,8 triliun rupiah.
PT AMNT yang terletak di Nusa Tenggara Barat ini melakukan berbagai perubahan kebijakan perusahaan, seperti yang tertuang dalam studi kelayakan tahun 2020. Mereka mulai menerapkan kebijakan Restrukturisasi Tenaga Kerja.
Melakukan reorganisasi dan kajian ulang manajemen pasokan dalam tambang emas, hingga mengubah kebijakan pembiayaan proyek.
Dengan perjuangannya bertahun-tahun melakukan berbagai pengembangan, PT AMNT mendapat banyak penghargaan.
Pada tahun 2024, Presiden RI Ke-7 Joko Widodo meresmikan Smelter Tembaga dan Pemurnian Logam Mulia AMMAN.
Tidak hanya itu, di tahun 2024 perusahaan ini juga mendapat berbagai penghargaan. PT AMNT meraih Penghargaan Subroto 2024 pada bidang Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat Mineral Terinovati’ kategori Sosial dan Budaya.
PT AMNT juga mendapatkan trofi Good Mining Practice pada aspek Pengelolaan Teknis Pertambangan Terbaik.
Selain itu, memperoleh Penghargaan Prestasi Aditama Pengelolaan Teknis Pertambangan Mineral, Penghargaan Prestasi Utama Pengelolaan Konservasi Mineral, dan Penghargaan Prestasi Utama Pengelolaan Lingkungan Hidup Pertambangan Mineral.
Lebih fantastis lagi karena perusahaan tambang emas kebanggan Nusa Tenggara Barat ini masuk daftar ‘Fortune Indonesia 100’ sebagai salah satu perusahaan terbesar di Indonesia, menempati urutan 39 dari 100 perusahaan lainnya.*** (Aliya Farras Prastina)
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi